Sabtu, 07 Desember 2013

PEKAN KONDOM NASIONAL MENUAI KONTRA


           


            Pekan Kondom Nasional (PKN) yang direncanakan berlangsung pada tanggal 1 – 7 Desember 2013,  menuai kontra dari berbagai kalangan masyarakat. Pasalnya PKN yang awalnya bertujuan sebagai upaya pergerakan Anti HIV/AIDS ini, merujuk kepada pemahaman dan penafsiran yang beragam dari berbagai pihak.

            Menyeruaknya kabar ini hingga penjuru daerah berimplikasi pula dengan penolakan PKN dari berbagai daerah. Berbagai jenis aksi digelar di beberapa daerah sebagai upaya penolakan rencana ini. Salah satu contohnya Seminar Indonesia Bermoral Tolak Free Sex yang digelar oleh Lembaga Dakwah Kampus Keluarga Muslim AKA (LDK KMA), menyedot perhatian sebagian besar civitas akademik. Agenda yang berlangsung pada 5 Desember 2013, bertempat di Kampus AKA Tanah Baru. Adapun tujuan umum dari agenda ini adalah untuk mencerdaskan masyarakat akan bahaya seks bebas. Seminar ini dihadiri oleh Instansi Pemerintah Kota Bogor, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan MUI Bogor.

            Tanda Pagar TolakPekanKondom (#TolakPekanKondom) pun ramai digunakan oleh pengguna twitter sebagai bentuk keikut sertaan penolakan rencana dari Oma Nafsiah Mboi ini. Berbagai pandangan, dan kritikan pedas membanjiri dunia nyata hingga dunia maya. Apalagi pembagian kondom juga diadakan di kampus, seakan-akan melegalkan mahasiswa untuk melakukan hubungan seksual asalkan aman (red : menggunakan kondom). Oleh karena itu, akhirnya Panitia Penyelenggara Pekan Kondom Nasional 2013 membatalkan acara yang merupakan program dari Kementrian Kesehatan ini

            Tak hanya itu bus bercat merah yang bergambarkan perempuan seksi dengan bangganya melenggang mengelilingi perkotaan. Kampanye ini nampak seperti mempromosikan kondom dan menganjurkan seks bebas bukan lagi aksi untuk mencegah HIV dan AIDS. Program PKN memang tidak tepat sebagai program edukasi untuk mengurangi penularan HIV/AIDS di Indonesia, karena yang terjadi akan justru menjerumuskan generasi penerus.

            Hal penting yang harus dilakukan bukanlah membagikan kondom secara gratis, tetapi bagaimana mengedukasi masyarakat tentang bahaya dari HIV/ AIDS. Sebenarnya masih banyak hal lain yang dapat dilakukan selain menggelar PKN ini seperti, sosialisasi bahaya dari seks bebas, penutupan tempat prostusi, dan pemblokiran situs porno.


(SHINTA)

Senin, 02 Desember 2013

AKA GELAR KOMPETISI OLAHRAGA

Akademi Kimia Analisis Bogor, kampus kecil yang berada di daerah Tanah Baru ini menyelenggarakan ajang kompetisi olahraga yang ke enam. Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa, civitas akademik, dan alumni AKA Bogor. Agenda ini resmi dibuka pada Senin, 11 Nopember 2013 dan diagendakan akan berlangsung kurang lebih selama tiga minggu.
            Menurut saudara Anas selaku ketua pelaksana menyebutkan dalam kata sambutannya “kompor adalah ajang untuk mengasah kemampuan, refreshing pasca UTS, meningkatkan jiwa sportifitas dan semangat berkompetsi, serta mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa, civitas akademik, dan alumni.
            Adapun beberapa cabang olahraga yang diperlombakan, yaitu futsal, basket, bulu tangkis, tenis meja, catur, lari marathon, lari jarak 100 meter, dan senam. Perwakilan mahasiswa dari setiap kelas, civitas akademik, dan alumni mengirimkan atlet terbaiknya dalam ajang ini. dalam ajang ini para atlet yang telah didelegasikan berusaha untuk merebut piala bergilir kompor.

            Anas juga menambahkan “agar para peserta dapat mengaplikasikan jiwa sportif dan semangat berkompetisi dalam kehidupan sehari-hari”. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Pendidikan Anti Korupsi

Citra Indonesia memang makin terpuruk karena meningkatnya jumlah kasus korupsi di negeri ini. Kehadiran kasus korupsi di tanah air ini, kini makin meningkat dari waktu ke waktu. Bahkan korupsi seolah-olah menjadi sebuah tradisi yang amat sulit untuk diberantas. Dan hal ini jelas merugikan bangsa Indonesia dari segi financial hingga mental.
            Mahasiswa yang sering kali disebut sebagai agen perubahan sudah sewajarnya lah turut serta dalam membantu pemerintah untuk memberantas korupsi. Keterlibatan mahasiswa tentu lah bukan pada upaya penindakan yang merupakan kewenangan institusi penegak hukum. Namun lebih kepada pencegahan dengan turut membangun budaya anti korupsi dalam kehidupan bermasyarakat.
            Dikutip dari laman resmi ACCH (Anti Coruption Clearing House), dalam melakukan upaya pencegahan korupsi, KPK melaksanakan program pendidikan antikorupsi pada berbagai jenjang tingkat pendidikan, dari mulai TK, SD, SMP, SMU, hingga Perguruan Tinggi. Selain itu, KPK merancang program Anti-Corruption Learning Center (ACLC) untuk semua lapisan masyarakat, mulai dari Ormas, asosiasi profesi, LSM, Pegawai Negeri Sipil (penyelenggara negara),  perusahaan BUMN, perusahaan swasta, dan lain-lain. Target pendidikan antikorupsi adalah membangun generasi baru antikorupsi. 
            Dan belum lama ini KPK bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menggelar Training of Trainers (ToT) Pendidikan Antikorupsi yang melibatkan para dosen dari berbagai perguruan tinggi. Agenda ini direncakan akan dilaksanakan sepanjang tahun 2013 di 8 regional. Tujuan dari dilaksanakannya TOT Pendidikan Anti Korupsi ini adalah untuk memberikan pembekalan bagi para dosen dan memberikan presepsi yang sama tentang pengertian, penanganan dan pemberantasan korupsi di Indonesia melalui Pendidikan Anti Korupsi kepada para Mahasiswa. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus


PERMEN ANTI KANKER

Komunitas Eks-Kim (Eksperimen Kimia) Akademi Kimia Analisis kembali menorehkan karyanya. Penemuan kali ini berasal dari dunia teknologi pangan dan kesehatan. Permen anti kanker, adalah hasil eksperimen yang berhasil ditemukan oleh komunitas ini. Ide pembuatan permen anti kanker ini berawal dari keprihatinan akan realita kasus kanker yang kian meningkat tiap tahunnya. Menurut Ludhy selaku ketua Aks-Kim “Penyajian dalam bentuk permen pun diharapkan agar mudah dikonsumsi dan dapat dinikmati oleh semua umur”.
            Pembuatan permen anti kanker ini memang terbilang sulit, dibutuhkan bahan-bahan dan alat khusus, serta teknik yang rumit. Pembuatannya pun terbilang cukup lama, yaitu 9 hari waktu pengerjaan. Bahan baku dari permen anti kanker ini adalah daun pohpoh, sejenis lalapan. Daun pohpohan (Pilea Trinervia Wights) ini mengandung zat flavonoid yang tinggi sehingga cocok dijadikan sebagai bahan baku permen anti kanker.
            Awalnya daun pohpohan ini dicuci bersih, kemudian dicacah halus. Lalu dikeringkan hingga seperti the. Direndam dengan pelarut organik selama minimal 3 hari, sampai terbentuk larutan berwarna hijau tua. Kemudian disaring untuk diambil filtratnya. Kemudian filtrat di ekstraksi menggunakan 3 pelarut, masing-masing pelarut membutuhkan waktu pengerjaan minimal 24 jam. Setelah diekstraksi larutas didestilasi hingga didapatkan larutan yang diinginkan. Karena proses pengerjaan yang cukup panjang dan sulit, dari 3 ikat daun pohpohan dihasilkan sekitar 20 mL larutan zat anti kanker. Namun, larutan ini masih terasa pahit sehingga perlu ditambahkan pemanis sorbitol kemudian dikristalkan menjadi permen.

            Ludhy berharap dengan adanya penemuan permen anti kanker ini dapat meminimalisir terjadinya kasus kanker. Beliau juga berharap permen anti kanker ini dapat diproduksi secara masal sehingga dapat dinikmati oleh banyak orang. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

INOVASI DARI KULIT PISANG

Siapa sangka kalau limbah kulit pisang yang kerap kali dianggap sebelah mata, kini dapat kita manfaatkan dengan sejuta keuntungan. Nata de banana adalah salah satu olahan yang berhasil dibuat dengan bahan baku kuli pisang. Komunitas Eks-Kim Akademi Kimia Analisis Bogor menyulap limbah kulit pisang menjadi olahan yang manis dan nikmat. Ide ini muncul ketika membeli gorengan, dan melihat betapa banyaknya limbah kulit pisang yang dibuang begitu saja. Selain sayang akan kulit pisang yang dibuang begitu saja, tentu saja hal ini dapat menimbulkan pencemaran lingkungan walaupun kulit pisang merupakan bahan yang mudah terdegradasi.
            Menurut Ludhy Anshory selaku ketua komunitas ini, “Pengerjaan Nata de Banana ini membutuhkan waktu pengerjaan yang cukup lama dalam proses fermentasi. Namun dalam proses pengolahan ini bukanlah hal yang sulit dan bisa dilakukan dalam industry rumahan”.

            Pengerjaan prosuk yang satu ini bukanlah tanpa kendala, Ludhy mengaku mengalami tiga kali kegagalan. Kegagalan ini diantaranya disebabkan oleh masih terkandungnya bijih pisang, kurang sterilnya alat dan bahan, serta kesalahan dalam penambahan bakteri. Namun kesalahan-kesalahan ini dapat dihadapi dan akhirnya terciptalah sebuah produk Nata de banana. Bukan hanya inovasi berbahan baku limbah kulit pisang. Komunitas ini juga melebarkan inovasinya dengan bahan baku kulit nanas. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Rok Kini Semakin Digemari

Siapa yang tak kenal dengan benda yang satu ini, rok. Pakaian yang sangat identik dengan wanita ini kini semakin digemari. Modelnya yang semakin beragam, membuat rok menjadi dambaan kaum hawa. Kesan feminin yang ditimbulkan pun menjadi daya tarik tersendiri bagi penggunanya. Bahan dan desain yang beraneka ragam, sangat membantu para pecinta fashion dalam memadu-padankan busana.
            Rok jeans menjadi idaman para mahasiswa, selain karena modelnya tak lekang oleh waktu bahan jeans pun tidak mudah kotor. Menurut Indah salah satu mahasiswi “rok jeans itu rata-rata cocok dengan atasan apa aja. Lagipula netral untuk dipakai bersama atasan warna apa saja”.
            Rok berbahan dasar chiffon pun semakin sering dicari oleh kalangan muda. Warnanya yang beragam dengan tekstur tipis dilengkapi furing, menjadi daya tarik dari rok yang cepat kering ini. Menurut Dyah salah satu siswa SMA negeri di Bogor yang ditemui beberapa lalu mengaku memilih rok chiffon karena dapat membuatnya terlihat lebih kurus dari aslinya. Selain itu warna soft dari chiffon memberi kesan feminine.

            Oposisi dari rok chiffon, rok berbahan dasar spandek membuat pemakainya terlihat lebih berisi. Walaupun dengan rok berbahan dasar spandek lebih nyaman untuk digunakan dan lebih leluasa untuk bergerak. Rok berbahan dasar spandek ini masih jarang digunakan. Karena faktor bahan spandek yang dapat membuat penggunanya terlihat lebih berisi. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

ASAP CAIR ?

Apa yang pertama kali terlintas di benak sobat kampus ketika mendengar kata-kata “Asap Cair”. Mungkin beberapa berfikir itu adalah embun, yaitu gas yang mencair. Atau mungkin ada yang bertanya-tanya “emang ada ya asap yang cair ?”. Asap cair yaitu asap yang merupakan fase gas diubah wujudnya menjadi fase cair. Asap cair ini ditemukan oleh seorang mahasiswa jenius Akademi Kimia Analisis Bogor, Fikari Wahyu Sadewa.
Awalnya pria kelahiran Metro, Lampung ini menaruh rasa prihatin akan realita pangan di Indonesia yang banyak menggunakan pengawet tidak alami. Zat pengawet yang tidak alami tentulah menimbulkan sejumlah dampak negative, baik kepada tubuh maupun lingkungan. Dari sinilah Fikari menemukan sebuah ide bagaimana caranya membuat sebuah ramuan pengawet makanan yang aman dan mudah dibuat.
Asap cair hanyalah terbuat dari tempurung kelapa yang dipirolisis, asap yang dihasilkan kemudian didinginkan dan cairannya ditampung. Kemudian cairan ini didestilasi, dan cairan inilah yang disebut asap cair. Asap cair ini yang digunakan sebagai zat pengawet yang aman dikonsumsi. Asap cair dari batok kelapa dapat mengawetkan ikan segar selama 168 jam. Dengan demikian asap cair dari batok kelapa ini dapat digunakan sebagai pengawet makanan yang ramah lingkungan.

Penemuan ini merupakan penemuan orisinal oleh Fikari Wahyu Sadewa. Walaupun tidak menutup kemungkinan tetap adanya beberapa orang yang ikut membantu dalam proses eksperimen ini. Pria yang memiliki hobi berenang, dan bereksperimen ini berharap hak  paten akan penemuan ini sesegera mungkin dilakukan agar karya asli anak Indonesia diakui keberadaannya. Beliau juga berharap semoga penemuan ini bisa diketahui hal layak ramai, sehingga bisa dipraktikan secara langsung. Dan peredaran zat pengawet berbahaya dapat diminimalisir bahkan dihapuskan. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Tas “Ngejreng” nan Trendi

Dunia fashion memang seperti tiada pernah ada habisnya, selalu saja ada inovasi baru yang menarik untuk diperbincangkan. Mulai dari model “jadul” yang ngetrend kembali, hingga beberapa inovasi ekstrim yang mengejutkan. Kali ini datang dari trend tas punggung ngejreng wanita yang sedang digandrungi kalangan muda. Warnanya yang warna-warni ini menjadi daya tarik bagi siapa saja yang melihatnya. Cantik, namun tetap nyaman untuk dipakai para pelajar, mahasiswa, bahkan pekerja.
                Warna pastel cerah yang dipadu padankan dengan warna gelap namun mencolok merupakan daya jual dari tas modis ini. Bentuknya yang simple namun serbaguna menjadikan tas ini cocok dipakai ke sekolah atau kampus. Menurut Tya Bonita sebagai salah satu pengguna tas “ngejreng” ini berpendapat bahwa warna neon yang mencolok lah yang menjadi daya tarik dari tas ini, terlihat ceria, asik, dan aktif, lagi pula fungsinya masih tetap sebagai tas anak sekolahan, jadi makin trendi untuk ngampus.

                Tas punggung “ngejreng” ini bisa didapatkan dengan harga mulai dari Rp200.000,00. Mengingat kualitas yang baik dengan nilai estetika yang tinggi merupakan hal yang sepadan dengan harga yang ditawarkan. Yuk sobat kampus sisihkan uang jajan kalian untuk mendapatkan tas “ngejreng” nan trendi. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Halal BiHalal LDK KMA

Minggu kemarin (1/9) LDK KMA (Lembaga Dakwah Kampus Keluarga Muslim AKA) menyelenggarakan agenda Halal Bihalal selepas libur panjang dan Idul Fitri. Acara ini dihadiri oleh puluhan Mahasiswa Muslim Akademi Kimia Analisis Bogor. Dari mulai mahasiswa baru hingga para alumni datang untuk memeriahkan acara ini. Inti dari acara  kali ini merupakan ajang silaturahmi antar para muslim di AKA, dan tetap menjalankan komunikasi yang baik dengan Alumni.
                Acara yang dilaksanakan di Kebun Raya Bogor ini berjalan dengan penuh keceriaan. Agenda dimulai dari pukul 08.00 sampai dengan 14.00 WIB. Muhammad Adnan selaku Ketua Umum LDK KMA dalam sambutan singkatnya menyampaikan “sesuatu hal itu tergantung dengan apa yang kita pikirkan, misalnya selembar daun bisa saja terlihat biasa saja namun bisa juga dipandang sebagai suatu hal yang luar biasa. Begitu juga dengan acara kali ini, bisa saja dianggap sebagai agenda biasa namun ada pula sebaliknya”.

                Beliau juga berharap agar kekeluargaan antar Muslim di Kampus AKA Bogor tetap terjaga walaupun lintas generasi. Dalam agenda ini juga terpilih koordinator angkatan putra LDK KMA dan koordinator putrid angkatan LDK KMA. Koordinator inilah yang diharapkan dapat memimpin seluruh mahasiswa/i muslim angkatan mereka. Acara ini diakhiri dengan makan siang dan berfoto bersama. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

The Power Of Kepepet

Muhamad Abdul Muhyi seorang mahasiswa Akademi Kimia Analisis Bogor yang berhasil menginspirasi ribuan orang melalui jasanya. Siapa sangka pria yang memiliki hobi menulis dan membaca ini memulai jejaknya oleh karena hambatan dari segi finansial. Hal ini lah yang membuat tekadnya makin kuat untuk memulai usaha ini. Beliau sudah memulai karirnya semenjak menduduki bangku Sekolah Menengah Atas. Pasionnya dalam dunia public speaking menambah semangatnya dalam menginspirasi semua orang.
                Al-Fatih Training Center adalah perusahaan produsen semangat yang resmi dibentuk pada 23 Juni 2013. Dengan jam terbang yang terbilang cukup memadai Al-Fatih Training Center kini menunjukkan eksistensinya. Abdul muhyi telah menebarkan inspirasi ke beberapa kota seperti, Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, dan lainnya. Beliau dibantu oleh 11 orang rekannya dalam menjalankan misi mulia ini.
                Namun kebaikan tidak selalu berjalan dengan mulus, beberapa hambatan sering kali muncul dalam perjuangan ini. Seperti saat menyelenggarakan event dengan bantuan pihak lain, yang membutuhkan segala sesuatunya. Belum lagi kritikan pedas yang menjadi cambukan berat namun membangun. Dan kini Beliau telah berhasil memeetik buah manis usahanya selama ini. Jasa mulianya kini telah menembus angka Rp 6.000.000,00.

                Abdul Muhyi sedikit memberikan tips kepada kita untuk membangun suatu usaha “jangan pernah merasa puas atas apa yang telah kita dapatkan sekarang. Karena di atas langit masih ada langit”. Hal inilah yang senantiasa membuatnya selalu berusaha mengembangkan diri, baik dari segi kualitas, kuantitas, hingga inovasi baru. “Dan jangan pula merasa putus asa, apabila hal yang kita dapatkan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan” tegasnya. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

OKPK

OKPK (Orientasi Kampus dan Pengenalan Kemahasiswaan) adalah serangkaian kegiatan OSPEK Akademi Kimia Analisis Bogor yang telah terlaksana beberapa waktu yang lalu. OKPK berlangsung semenjak tanggal 19 Agustus 2013 dan berakhir pada 24 Agustus 2013. Rangkaian kegiatan OKPK diawali dengan kegiatan pelatihan kedisiplinan yang dilaksanakan di Pusat Pendidikan Zeni selama dua setengah hari.
                Kemudian rangkaian OKPK dilanjutkan dengan pengenalan kampus dan tradisinya oleh mahasiswa AKA selama dua setengah hari. Kegiatan ini berisikan materi tentang transformasi mahasiswa, dunia kampus, dan ESQ. Terdapat juga beberapa aplikasi yang bertujuan untuk membentuk mental baja para mahasiswa baru. UKM dan lembaga AKA pun turut berpartisipasi dalam bentuk menyuguhkan aksi perkenalan komponen dan Open House.
                Dengan tema “Aktualisasi pembentukan karakter mahasiswa yang bermoral, berprestasi, dan berjiwa pemimpin serta peka terhadap lingkungan dengan berlandaskan keimanan” diharapkan mahasiswa baru AKA Bogor dapat menjadikan dirinya sebagai seorang mahasiswa yang memiliki moral, prestasi yang baik. Dan dapat menempatkan dirinya sebagai seorang pemimpin yang peka terhadap lingkungan dengan asas keimanan.

                Menurut Indra Arif Firmansyah yang ditemui beberapa waktu yang lalu berharap agar mahasiswa baru pada tahun ini mendapatkan peningkatan dari segi moral yaitu berupa penerapan 6S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan, Santu, Spritual) terhadap ligkungan sekitar. Selain itu meningkatkan kepekaan mahasiswa baru terhadap dunia kampus, berupa 60 % mahasiswa baru tergabung dalam organisasi. Dan yang paling penting mahasiswa baru memahami funsi dan perannya sebagai mahasiswa. (shinta)


terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

semakin gaya dengan fashion etnik khas pulang kampung

Pulang kampung adalah sebuah adat khas Indonesia yang keberadaanya telah ada sejak dahulu. Oleh-oleh pun tak luput menjadi perhatian dari para pemudik. Tak terkecuali pemudik dari kalangan mahasiswa yang ikut memboyong barang-barang khas kampung halaman. Fashion, salah satu produk yang tak jarang dibawa oleh pemudik. Contohnya seperti pakaian etnik yang modis, dan tas etnik yang serbaguna.
                Dress etnik kian menjadi trend, karena tampilannya yang tetap modis dengan sedikit sentuhan etnik yang menambah keunikan. Contohnya kain songket khas Palembang dan kain ulos khas Medan dapat dijadikan salah satu referensi gaya untuk memodifikasi dress biasa menjadi sedikit berbeda. Batik pun semakin eksis menempati jejeran etalase-etalase toko, mulai dari kemeja, rok, bahkan tas serbaguna. Harganya yang terjangkau membuat batik menjadi oleh-oleh yang tepat untuk dibawa dari kampung halaman.

                Belum lagi sepatu dan tas yang kian lama kian berkembang seiring dengan berkembangnya zaman. Rotan yang biasanya dipegunakan dalam dunia meubeul pun kini disulap menjadi bahan baku pembuat tas. Dengan sentuhan natural dari alam, membuat tas rotan ini memiliki banyak peminat. Simple, cantik, dan murah membuat fashion etnik semakin digandrungi kaum muda. Lalu, fashion apa yang sobat kampus bawa pasca pulang kampung ? (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Social Community Kedepankan Rasa Sosial dan Persaudaraan

Komunitas Sosial Indonesia / SC (Social Community) adalah Sebuah komunitas anak bangsa yang bergerak dibidang sosial dengan menjunjung tinggi persaudaraan. SC resmi berdiri pada 16 Maret 2013 di Tanah Baru, Bogor, Indonesia. Walaupun belum genap satu tahun, komunitas sosial ini telah menebarkan sejumlah kebermanfaatan melalui beberapa kegiatannya. Menurut pelopor dan Dewan Pembina Social Community, Rifki menyebutkan “sejauh ini kita telah melaksanakan beberapa kegiatan seperti bermain, belajar, makan bersama, buka puasa bersama, dan sahur bersama dengan anak-anak yang kurang beruntung.”
Beliau juga menjelaskan alasan utama dibentuknya komunitas sosial ini yaitu untuk
mencetak aktifis sosial yang berkarakter dengan semangat bergerak untuk indonesia terang. Hal ini terangkum dalam visi SC sendiri. Selain itu ada pula beberapa tujuan yang ingin komunitas ini capai seperti, membangun solidaritas sosial, mengasah pola pikir bangsa yang cerdas, dan membuat peradaban sosial.

“tak sedikit kendala yang dihadapi oleh Social Community, mulai dari menyolidkan anggota, membagi waktu antara kuliah dan berbagi, hingga masalah dana” jelas rifki. Namun semua kendala itu tak membuat Social Community lantas patah arang. Mereka meyakini bahwa dibalik semua kesusahan akan timbul kemudahan. Melalui persaudaraan dan kekeluargaan yang mereka junjung tinggi, masalah yang besar dapat terasa ringan. “dan satu tujuan yang ingin kita capai minaddulumaatiilannur (Dari Kegelapan Menuju Cahaya yg Terang)” tegas rifki. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Agenda “Coming Soon Akademi Kimia Analisis Bogor”

Menurut Menkobima BEM IMAKA (Menteri Koordinator Bidang Kemahasiswaan) Aprian Herdiyana “dari libur panjang pasca UAS, Akademi Kimia Analisis Bogor memiliki beberapa kegiatan yang siap digarap”. “Namun, kegiatan yang memiliki sorotan utama kali ini adalah kegiatan OKPK (Orientasi Kampus dan Perkenalan Kemahasiswaan)” lanjutnya. Kegiatan kali ini merupakan kegiatan yang disiapkan oleh akademik dan mahasiswa Akademi Kimia Analisis Bogor.
                Indra Arif Firmansyah selaku Ketua Pelaksana OKPK menyebutkan, “persiapan OKPK kali ini yang akan dilaksanakan pada 19 hingga 24 Agustus 2013 kali ini terbilang hampir rampung. Dari segi konsepan acara sudah selesai, tinggal ada beberapa hal dari segi teknis yang masih dalam proses seperti kebutuhan kos-kosan untuk mahasiswa baru”. Beliau juga menyebutkan “terdapat beberapa inovasi baru dalam kegiatan OKPK kali ini, demi menukseskan tujuan dari OKPK kali ini”.

Beliau juga berharap agar mahasiswa baru pada tahun ini mendapatkan peningkatan dari segi moral yaitu berupa penerapan 6S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan, Santu, Spritual) terhadap ligkungan sekitar. Selain itu meningkatkan kepekaan mahasiswa baru terhadap dunia kampus, berupa 60 % mahasiswa baru tergabung dalam organisasi. Dan yang paling penting mahasiswa baru memahami funsi dan perannya sebagai mahasiswa. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Sahur On The Road Makapala

Minggu (14/7) kemarin MAKAPALA (Mahasiswa AKA Pencinta Alam) telah melaksanakan agenda  Sahur On the Road bersama anak jalanan. Seperti namanya Sahur On The Road, kegiatan kali adalah berupa santap sahur di jalan. Sahur On The Road dimulai dari sekitar pukul 01.00 WIB, berangkat dari kampus AKA Tanah Baru menuju Lapangan Sempur Bogor dengan berjalan kaki. Kegiatan kali ini diikuti oleh puluhan peserta, baik mahasiswa aktif, alumni, bahkan mahasiswa baru.
                Menurut Susanti selaku Ketua pelaksana kegiatan kali ini bertujuan untuk mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan yang positif. Beliau juga menambahkan “Ajang kali ini juga bertujuan sebagai ajang silaturahmi, dan meningkatkan jiwa sosial kita”. Kegiatan ini diisi dengan berbagi santapan sahur kepada mereka yang membutuhkan. Mulai dari pengemis hingga satpam yang sedang berjaga.
                Susanti juga berharap semoga dengan diadakannya ajang ini dapat menumbuhkan jiwa-jiwa sosial dan kebermanfaatan terhadap sesama. “semoga tahun depan, acara sahur on the roadnya lebih baik lagi dari segi kalitas, kuantitas, dan inovasi” tambahnya. Acara kali ini ditutup dengan santap sahur bersama dan sholat subuh berjamaah di masjid sekitar Lapangan Sempur. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Hobi Melahirkan Uang

         Belum genap 1 tahun Obit, Brian, Tiger, dan Iza membangun sebuah usaha di bidang fashion. Awalnya usaha yang mereka jalankan ini merupakan sebuah hobi, yang tidak mereka sangka dapat menghasilkan uang. Tepatnya tanggal 22 Desember 2012 brand distro “Amateur Denim” resmi dilahirkan. Dengan bermodalkan nekat dan sedikit uang modal dari sisa uang jajan, mereka mantap untuk memulai usaha ini.
            Ternyata membangun sebuah bisnis tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak kendala yang mereka hadapi, mulai dari pasaran yang sepi hingga ditipu dengan kerugian jutaan rupiah. Karena kerugian tersebut, mereka sempat buka tutup toko, hingga membagikan produk secara gratis. Namun mereka tetap yakin dibalik sebuah kisah pahit, pasti akan ada akhir yang manis. “Ya kalo bisnis jangan ragu-ragu, kalo gak untung ya buntung. Jalanin aja, kalo udah kerja keras dan doa pasti hasilnya manis” ujar Obit.

Dan kini mereka dapat menikmati buah manis dari kesabaran selama ini, terbukti dari dua cabang distro yang mereka miliki. Selain menjual produk dalam bidang fashion mereka juga aktif dalam kegiatan bermusik. Terlihat dari lima band yang mereka dukung, mulai dari dukungan wardrobe hingga rilis album mini. Namun mereka belum cukup puas dengan keberhasilan yang telah didapatkan sekarang. “Kalo dilihat dari pencapaian yang udah kita dapet dalam umur yang belum satu tahun ini, kita bener-bener bersyukur. Namun masih banyak pencapaian yang harus kita kejar. Harapannya sih bisa bersaing di pasaran Indonesia bahkan dunia” tegas Brian salah satu Owner Amateur Denim. (Shinta)

terbit di harian Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Takjil Khas Ramadhan

Takjil, panggilan untuk berbagai kudapan berbuka puasa khas Ramadhan. Kolak, cendol, es timun suri, es buah, bubur sumsum adalah contoh kecil dari banyaknya jenis-jenis takjil yang ada. Manis, hangat dan menyegarkan membuat beberapa kudapan ini diserbu banyak penikmat untuk berbuka puasa. Bukan hanya enak, kandungan gula yang terdapat pada beberapa menu diatas dipercaya dapat mengembalikan energi setelah berpuasa seharian.
            Beberapa lokasi pun disulap menjadi tempat berjualan takjil, seperti di Jl. Sudirman-A Yani di Bunderan Air Mancur Kota Bogor yang selama Ramadhan dijejali pedagang makanan buka puasa. Mulai dari menyediakan makanan ringan yang manis, hingga makanan pengenyang perut yang lezat. Harga yang ditawarkan pun ramah di kantong, bisa didapatkan mulai dari Rp 1000,00. Berbagai minuman pelepas dahaga seperti sop buah, jus buah, es kelapa muda bisa didapatkan dengan harga mulai dari Rp 5.000,00. Tak lupa pula berbagai jenis gorengan, dan kue mungil bisa didapatkan dengan merogoh kocek mulai dari Rp 1.000,00.

            Di kawasan ini, berbagai makanan dan minumas, seperti putri noong, lupis, putri mayang, onde, jojongkong kolak biji salak, kolak pacar cina, mie golosor, ketan, dan berbagai gorengan yang dimakan dengan sambal kacang sampai bandrek susu dan es kelapa muda, tetap dicari untuk menambah selera. Begitupula di lokasi jajanan di Jalan H Ahmad Sobana, tepatnya di depan Kedai Baca Sanggar Barudak (KBSB). Pada Bulan Ramadhan jalan sepanjang 70-an meter ini disesaki pedagang makanan berbuka puasa. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

SELAMAT DATANG BBM

Marhaban ya Ramadhan, selamat datang BBM (Bulan Barokah Maghfiroh). Bulan Ramadhan bulan yang sangat dinanti-nanti sebagian besar umat islam, termasuk pula Keluarga Besar Akademi Kimia Analisis Bogor. Kamis (4/7) bertempat di Kampus AKA Tanah Baru, dan sekitar Tahrib dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dilaksanakan. Dengan diikuti oleh puluhan mahasiswa AKA beserta civitas akademik Tahrib berlangsung dengan sangat meriah.
            Muhammad Adnan selaku ketua LDK KMA menyebutkan “sebenarnya esensi dari kegiatan kali ini adalah untuk menghidupkan semangat-semangat baru dalam bulan Ramadhan, bukan hanya pada mahasiswa namun juga bagi masyarakat”. Kegiatan ini dimulai dari pukul 16.00 dengan beberapa sambutan di dalam kampus, kemudian dilanjutkan dengan pawai keliling perumahan sekitar kampus diiringi dengan bagi-bagi permen, dan orasi oleh beberapa mahasiswa. Agenda ini ditutup dengan kegiatan buka bersama.

            Antusias dari masyarakat sangatlah tinggi, terbukti dari banyaknya yang ikut turut andil dalam menyaksikannya berangsungnya kegiatan ini. Menurut ibu Elis salah satu warga “bagus sekali diadakan agenda seperti ini, selain bertujuan untuk menyambut Ramadhan sekaligus mengajak dalam kebaikan. Harapannya tetap akan dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya”. (shinta)

Jumat, 02 Agustus 2013

WASPADA MALING SAAT TARAWIH

Kejahatan tak pernah mengenal tempat, dan waktu. Ia berada dimana-mana, tak terkecuali di sekitar kita. Bisa-bisa kita yang akan menjadi korban dari tindak kejahatan ini. Maling, kejahatan yang satu ini tak pernah luput dari peredaran. Ia akan selalu ada, dan siap menerkam mangsanya yang sedang lalai. Dan kita sebagai calon korban seharusnya selalu mewaspadai tindak kejahatan yang satu ini.
                Ramadhan bulan berkah penuh ampunan ini juga tidak luput dari ancaman tindak kriminalitas. Waktu tarawih bisa jadi merupakan sasaran empuk pelaku tindak kejahatan dalam menjalankan aksinya. Mengingat saat-saat inilah sebagian besar rumah sedang ditinggal penghuninya, belum lagi kendaraan-kendaraan yang terparkir rapi di area masjid. Tentu saja hal ini merupakan ladang besar untuk mendapatkan penghasilan yang tidak halal.
                Oleh karena itu sudah sepatutnya kita menutup pintu kesempatan itu serapat-rapatnya, agar tindak kriminalitas tidak menghampiri kita. Beberapa masjid di Bogor telah melakukan berberapa usaha untuk mencegah terjadinya peristiwa kemalingan saat tarawih, seperti memberikan himbauan baik secara visual maupun verbal kepada seluruh jamaah masjid. Salah satu contohnya berupa pemasangan stiker waspada maling di beberapa titik. Ada pula beberapa masjid yang gerbangnya terkunci dari awal tarawih hingga selesai, agar kendaraan tidak bebas keluar masuk.

“Untuk kendaraan yang dibawa ketika melaksanakan tarawih harap diberi kunci tambahan, demi terjaminnya kemanan dan kenyamanan kita bersama” ujar Muhammad Samsudin salah satu ketua DKM di Bogor. Beliau juga menambahkan, jangan sampai karena kelalaian yang kita perbuat  berakibat buruk bagi diri kita sendiri bahkan orang lain. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Keutamaan 10 Hari Pertama Ramadhan

Ramadhan, bulan berkah penuh ampunan kini telah datang. Sungguh beruntung kita dapat dipertemukan kembali pada bulan penuh berkah ini.  Begitu banyak kenikmatan yang telah Allah SWT limpahkan pada bulan Ramadhan. Seperti nikmatnya keutamaan 10 hari pertama Ramadhan.
                Keutamaan itu dijelaskan berdasarkan hadist dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu,beliau menyampaikan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda : “Awal bulan Ramadan adalah Rahmah, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya ‘Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka).”
Rahmah adalah salah satu sifat Allah SWT yang berarti maha penyayang. Allah SWT melimpahkan pahala yang besar atas apa yang telah kita lakukan pada bulan Ramadhan ini. Mengingat kondisi umat islam yang sedang berada pada masa transisi, dari kondisi sebelum berpuasa ke kondisi dimana kita harus berpuasa satu bulan penuh. Dan rahmah itu lah yang Allah SWT limpahkan kepada umatNya yang tetap melakukan hal-hal baik walaupun dalam kondisi berpuasa.
Dan tentu saja untuk mendapatkan rahmah, umat Islam hendaknya selalu mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat. Iqbal Putera selaku ketua KAMMI Bogor menyampaikan, “mahasiswa seharusnya mempunyai porsi lebih dalam hal ini. Sebagai salah satu bagian dari masyarakat intelektual, sudah seharusnya mahasiswa menebarkan manfaat sebanyak-banyaknya kepada sesama. Misalnya mengadakan kegiatan sosial seperti pelayanan kesehatan, ataupun membina kegiatan masyarakat berupa pengajian umum majelis taklim, TPA, atau lainnya”.


Beliau juga menambahkan “kita sebagai mahasiswa hendaknya menjadikan bulan ini tidak hanya membina rukhiyah dengan ibadah-ibadah fardiyah tetapi juga diisi dengan amalan-amalan yang bersifat sosial. Dan jadikan bulan puasa ini sebagai bulan yang dapat menempa kepekaan sosial kita” (shinta)

Perbedaan D4 dan S1

Sering kali terdengar beberapa pertanyaan akan perbedaan D4 dan S1. Beberapa pendapat mengatakan bahwa D4 itu sama dengan S1. Namun beberapa diantaranya sepakat bahwa D4 berbeda dengan S1. Cukup banyak kesimpang siuran yang ada akan hal ini. Padahal penafsiran akan hal ini penting bagi para mahasiswa lulusan diploma tiga yang akan melanjutkan studinya.
            Menurut UU No 12 Tahun 2012 pasal 15 ayat 1 menjelaskan tentang jenjang pendidikan strata berbunyi Pendidikan akademik merupakan Pendidikan Tinggi program sarjana dan/atau program pascasarjana yang diarahkan pada penguasaan dan pengembangan cabang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Sedangkan UU No 12 Tahun 2012 pasal 16 ayat 1 menjelaskan tentang pendidikan vokasi yang berbunyi Pendidikan vokasi merupakan Pendidikan Tinggi program diploma yang menyiapkan Mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu sampai program sarjana terapan.

            Candra Irawan selaku Pembantu Direktur Bidang Akademik Akademi Kimia Analisis Bogor berpendapat “Perbedaan yang signifikan antara D4 dan S1 terlihat pada arah mana lulusannya dipersiapkan. D4 lulusannya dipersiapkan untuk dunia industri, jadi skill berupa praktikum lebih ditekankan pada pendidikan jenjang D4 ini. Sedangkan untuk S1 lebih ditekankan pada teori daripada praktikum”.


            “Seharusnya untuk siswa yang menyandang gelar lulusan SMA/MA, melanjutkan pendidikannya ke jenjang strata satu terkait. Sedangkan untuk siswa yang lulus dari SMK, seharusnya melanjutkan pendidikannya ke jenjang diploma satu atau tiga terkait keahlian yang dimiliki” tambah Candra Irawan. D4 dan S1 memang berbeda dengan kelebihan yang dimiliki masing-masing, D4 dengan skill nya dan S1 dengan teoritisnya. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Kamis, 11 Juli 2013

Liburan Bermanfaat

Libur telah tiba!

            Wah, udah masuk waktunya liburan nih buat para mahasiswa. Liburan merupakan waktu yang sangat ditunggu-tunggu oleh sebagian besar mahasiwa. Dimana kejenuhan akan bangku perkuliahan bisa sejenak ditinggalkan. Belum lagi UAS yang merupakan fase pengantar menuju waktu liburan, cukup menguras mental, dan energi. Hal ini lah yang membuat liburan dianggap sebagai best part nya buat para mahasiwa.
            Liburan memiliki peran penting bagi tiap individu. Pemanfaatannya pun berbeda-beda, mulai hanya berdiam diri di kos sampai menghabiskan sejumlah uang demi sebuah perjalanan yang menyenangkan. Sebenernya lebih banyak hal positif yang bisa kalian lakukan untuk mengisi waktu liburan yang berharga ini. Menurut Rangga Ratriasa, Mahasiswa di salah satu Universitas di Lampung yang  juga bekerja sebagai PNS di BPK RI menyebutkan “ Liburan adalah Li (Luaskan Imajinasimu), Bu (Bunuh Jemumu), Ran (Raih Kesenanganmu). Dan dibawah ini beberapa tips yang bisa kalian lakukan untuk mengisi waktu liburan dengan hal-hal yang positif.
1.      Travelling
Jalan-jalan merupakan aktivitas yang paling dominan dilakukan oleh para mahasiwa, mulai dari budget yang seminim mungkin sampai dengan mengorek pundi-pundi tabungan. Travelling merupakan salah satu kegiatan positif untuk mengisi liburan, selain bisa me-refresh otak hal ini juga bisa disisipi kegiatan yang bermanfaat lainnya seperti silaturahmi.

2.      Pulang Kampung
Buat para perantau yang jauh dari tanah kelahiran, pulang kampung adalah tujuan utama untuk memanfaatkan waktu liburan. Menemui sanak keluarga adalah moment spesial yang sangat ditunggu-tunggu para perantau. Moment spesial bukan hanya dirasakan para perantau, tapi juga bagi para sanak keluarga yang menunggu.

3.      Mengembangkan Hobi
Setiap orang pasti memiliki hobi, dan liburan merupakan waktu yang tepat untuk menyalurkan hobi. Baik hobi yang dilakukan secara individu bahkan dalam skala organisasi. Karena tak jarang hobi bisa mendatangkan penghasilan. Dan dari hal ini, dua sisi positif bisa didapatkan.

Manfaatkanlah waktu liburmu sebaik-baiknya, karena waktu libur tidak akan datang untuk kedua kalinya

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Biodiesel Sawit

Sering kali orang beranggapan bahwa minyak sisa menggoreng atau yang biasa kita sebut minyak jelantah itu sudah tidak ada lagi gunanya. Rata-rata pengguna minyak sawit, langsung membuang minyak sisa hasil menggoreng setelah digunakan maksimal tiga kali penggorengan. Oleh karena itu, Mahasiswa Akademi Kimia Analisis Bogor yang tergabung dalam komunitas Eks-Kim (Eksperimen Kimia) mencoba memanfaatkan limbah rumah tangga yang melimpah ini menjadi sebuah olahan yang bermanfaat. Bahan bakar dari minyak nabati (biodiesel) dikenal sebagai produk yang ramah lingkungan, tidak mencemari udara, mudah terbiodegradasi, dan berasal dari bahan baku yang dapat diperbaharui.
Mudah dan murah, dua hal ini juga lah yang melatar belakangi pembuatan biodiesel sederhana ini. Selain bahan baku mudah didapat, proses pembuatannya pun bisa dilakukan dalam skala rumah tangga. Bahan-bahan yang dibutukan adalah minyak jelantah, NaOH (soda kaustik), dan alkohol (etanol). Pertama-tama minyak jelantah dipansakan hingga suhu sekitar 65°C. Kemudian masukkan NaOH yang telah dilarutkan didalam air ke dalam minyak yang telah dipanaskan, aduk rata. Lalu, tambahkan alkohol kedalam campuran dan aduk rata lagi. Matikan api, dan tunggu sejenak hingga dingin. Lalu, larutan disaring dan biodiesel kelapa sawit siap untuk digunakan.
“Sebenarnya telah banyak yang melakukan percobaan ini, namun kami mencoba berinovasi dalam metode yang dilakukan” ujar Ludhy selaku ketua komunitas ini. Beliau juga berharap agar lebih banyak lagi masyarakat yang beralih menggunakan biodiesel sebagai sumber bahan bakar. Selain mudah dan murah, biodiesel juga ramah terhadap lingkungan. Ditengah Pro dan Kontra terhadap kenaikan harga BBM, biodiesel bisa jadi salah satu solusi dari masalah yang ada. (shinta)



terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

PPBY Eksis dalam Berbagi

Pelaksana Program Beasiswa Yatim Dhu’afa (PPBY),  yakni program pemberian bantuan pendidikan dari para donatur kepada siswa yang berstatus Yatim/Dhu’afa, namun berprestasi dalam bidang akademik. Sesuai dengan namanya, PPBY merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang sosial keagamaan, khususnya bidang pendidikan. PPBY berstatus Badan Semi Otonom ( BSO ) di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus Keluarga Muslim AKA  dalam hal kegiatan, keuangan, kepengurusan, dan administrasi.

Program utama dari PBBY, dan sekaligus merupakan keunggulan dari PPBY ialah memberikan bantuan dalam hal pendanaan pendidikan kepada anak-anak yatim dhuafa yang memiliki minat besar untuk belajar namun terkendala masalah finansial. Bukan hanya mendanai pada biaya sekolah, PPBY juga membiayai fasilitas-fasilitas yang mendukung pembelajaran, uang saku perbulan, hingga biaya kesehatan. Bantuan ini diberikan secara terus-menerus kepada adik asuh dari SD hingga lulus SMA.

Disamping itu, kegiatan lainnya dari PPBY ialah pembinaan keislaman terhadap adik-adik asuh. Kegiatan ini bertujuan untuk menecetak generasi muda yang berakhlak islami. Pembinaan keislaman ini dilakukan berupa mentoring bagi adik asuh yang dilaksanakan setiap minggu. Bukan hanya berkecimpung dalam ruang lingkup adik asuh, PPBY juga memiliki kegiatan yang tak kalah hebatnya “PPBY Mengajar”. PPBY mengajar merupakan salah satu program kerja rutin yang dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu di kampung sekitar Kampus AKA.

Walaupun sudah berdiri sejak tahun 1986, PPBY tetap menunjukkan eksistensi dan konsistensinya dalam bidang sosial. Terbukti dengan ratusan adik asuh yang telah lulus SMA berkat kerja keras anggota PPBY bahkan alumni.



terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

JURNALIKA PIONER PEMBERITAAN AKA BOGOR DAN SEKITARNYA

Tepatnya pada 16 April tahun ini, Jurnalika (Jurnalistik Akademi Kimia Analisis Bogor) genap berusia 17 tahun. Di usia yang sudah menginjak remaja ini Jurnalika tetap setia dalam mewadahi minat dan bakat masyarakat pada umumnya dan civitas akademik AKA Bogor pada khususnya dalam bidang Jurnalistik. Bukan hanya menyajikan berita internal kampus, Jurnalika juga menghadirkan berita regional, nasional, bahkan internasional. Dengan beranggotakan 42 orang, Jurnalika menyiapkan dan menyajikan berita yang aktual, objektif, netral, dan terpercaya.


Sekilas tentang Jurnalika, Reportase merupakan divisi yang dibawahi oleh Pimpinan Redaksi bertugas untuk mencari dan menulis berita. Kemudian masih di bawah Pimpinan Redaksi terdapat Explosive (mading) dan On-Line (majalah) sebagai media penyaluran berita kepada masyarakat. Masih di garis komando dan koordinasi yang sama, terdapat pimpinan perusahaan yang mengomandoi divisi Humas dan Dana Usaha. Humas merupakan divisi yang secara khususnya berhubungan dengan internal maupun eksternal kampus. Sedangkan Dana Usaha sendiri merupakan salah satu penyokong dana secara mandiri demi kelancaran kegiatan Jurnalika. Terdapat juga KPSDM yang bertugas mengkaderisasi semua anggota Jurnalika. Serta DP yang bertugas mengomandoi dan mengawasi ketua.
            Bukan hanya sekedar menyajikan berita, Pers Kampus satu ini juga memiliki beberapa program kerja non rutin tahunan baik itu organisasi maupun bebas. Jurnalika Fair merupakan salah satu contoh program kerja non rutin bebas yang dilaksanakan tiap tahun. Untuk Jurnalika Fair tahun ini yang telah dilaksanakan pada 26 Januari 2013 diikuti oleh puluhan SMA dan Perguruan Tinggi Se-Indonesia. Jurnalika Fair merupakan ajang terbesar tahunan dari Jurnalika yang berisikan perlombaan menulis cerpen, membuat film pendek, dan fotografi. Selain itu juga ada talk show jurnalistik, dan bedah buku dari beberapa tokoh nasional.
            Ketua Jurnalika, Barik Maftuhin menyampaikan  “Jurnalika bertugas untuk mengcover berita kampus dan bogor pada khususnya agar berita yang beredar baik, sehat, dan benar”. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa berita adalah bagian dari hidup yang ada bahkan akan selalu ada dalam setiap detiknya. Kebenaran dan kejelasan berita merupakan hal yang sangat penting, karena dengan penyampaian berita yang tidak sesuai dapat menimbulkan dampak buruk pada dunia.




Jurnalika, Kami bangga jadi pers kampus!

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Senin, 01 Juli 2013

saat usia bukan merupakan tolak ukur kedewasaan

aku adalah seorang remaja yang sedang menempuh study ku di bangku setara universitas. umurku sekarang telah menginjak 16 tahun, cukup dewasa. cukup dewasa untuk mengetahui yang mana yang benar dan yang mana yang salah. cukup dewasa untuk dapat mengambil sikap sesuai dengan situasi dan kondisi. cukup dewasa untuk berani berkata iya atau tidak dalam mengambil sebuah keputusan.

namun ternyata kedewasaan itu belum berkenan menghampiriku. kedewasaan itu belum tertanam dalam jiwa yang mungil ini. kedewasaan itu masih berada sangat jauh dari diri yang terpencil ini. masih sangat jauh bahkan aku sendiri pun tak tahu seberapa panjang yang memisahkan dan seberapa panjang waktu yang akan kuhabiskan untuk mendapatkan sebuah kedewasaan itu.

terkadang bahkan sering kali terbesit dalam pikiranku betapa bahagianya menjadi anak kecil atau balita yang sebagian besar waktunya dihabiskan tanpa beban.
aku masih ingin merasakan rintikan hujan membasahi tubuhku secara langsung.
berlarian sekencang-kencangnya, dan merasakan desiran angin menerpa wajahku.
aku masih ingin menangis ketika ku terjatuh.
tertawa ketika ku mendapatkan apa yang aku inginkan.
aku masih ingin melakukan hal-hal kecil yang mustahil dan tidak wajar untuk aku lakukan saat ini, ketika umurku jauh lebih dewasa dari umur anak-anak yang biasanya melakukan hal ini.

aku ingat, ketika aku menginjak bangku SD aku menginginkan secepatnya mengenakan baju putih abu-abu dan berarti aku adalah siswi Sekolah menengah pertama. banyak hal menarik yang aku pikir akan kudapati. dimana itu adalah kali pertama aku menaiki angkutan umum tanpa pengawasan orang tua adalah sesuatu hal yang luar biasa bagiku.

lalu, ketika aku SMP aku sangat menginginkan secepatnya naik ke jenjang SMA. yang ada dibenakku hanyalah sebuah romansa manis yang sering kai kudapati dalam novel remaja ataupun sebuah cerita FTV. dimana disanalah aku menemukan arti sebuah persahabatan.

dan ketika aku jenuh berada di bangku SMA, aku ingin merasakan indahnya menjadi seorang mahasiswa. merantau, mengenakan pakaian non seragam, bertemu dengan orang-orang baru, menyandang gelar seorang mahasiswa. ini lah sudut pandang kecilku akan indahnya bangku kuliah.

namun untuk saat ini aku benar-benar jenuh dengan segala rutinitas yang biasa aku jalani. kuliah, praktikum, laporan, organisasi, rantauan.
benar-benar jenuh sehingga membuatku berfikir andai aku adalah anak-anak yang masih bisa menikmati apa yang tidak bisa kembali aku nikmati sekarang.

tulisan versi maba : autobiografi

            Hari Jum’at tanggal 10 Januari 1997,  atau tanggal 1 Ramadhan, yang sepertinya pada tahun 1418 Hijriah, pada pukul 11.15 WIB aku terlahir di dunia ini. Lahir dari pasangan orang tua yang sederhana namun tetap luar biasa dimataku. Aku terlahir dari kedua orang tua yang masih setia satu sama lain sampai sekarang dan aku harapkan sampai nanti di keabadian. Aku tak pernah terfikir, bahkan tak pernah berharap untuk terlahir didunia ini. Terlahir didunia yang menurutku penuh akan ujian. Aku terlahir berkat seorang Bapak pekerja keras yang menanamkan benih di rahim Mamaku, Guritno namanya. Dan aku juga terlahir dari rahim seorang Mama yang dengan sabarnya mengandungku selama 9 bulan lamanya, Endah Setiawati namanya. Menurut mamaku Aku adalah anak yang sangat ditunggu-tunggu kehadirannya di muka bumi oleh kedua orang tuaku. Karena jarak umurku dan Masku tujuh tahun. Mama dan Bapakku pernah berfikir jika hanya dititipkan satu orang anak oleh yang Maha Kuasa yaitu Masku, namun Tuhan menjawab doa mereka berupa dilahirkannya seorang aku.
            Selain orang tuaku, aku juga memiliki sosok yang sangat berjasa dalam kehidupanku. Mbok Siti biasanya aku panggil. Dia merupakan pengasuhku sewaktu kecil. Dia selalu sabar dalam mengawasiku. Dia bukan hanya mengawasiku, tapi juga membimbingku akan banyak hal. Hal yang paling aku ingat adalah pelajaran membaca. Dia mendidikku membaca dengan sangat sabar. Dimulai dari mengenal abjad, menghafal abjad, mengeja, hingga bisa membaca. Aku mulai diajari beliau membaca saat usia satu setengah tahun. Metode yang paling sering beliau terapkan kepadaku adalah belajar sambil bermain. Biasanya beliau menulis sebuah kata dikaca bagian belakang mobil yang sudah agak berdebu. Kata-kata yang paling aku ingat adalah “roda”. Er-o-ro-de-a-da-roda. Ejaan yang bisa membuatku bisa membaca pada umur dua setengah tahun. Terima kasih mbok Siti, terima kasih atas semua yang telah engkau ajarkan. Terima kasih atas pelajaran membaca yang sederhana namun sangat berharga. Berkat keikhlasanmu, aku bisa menulis autobiografi seperti sekarang ini.
            Pada umur tiga setengah tahun, itu pertama kalinya aku mendapatkan pendidikan formal. Aku mendapatkan pendidikan formal itu di TK Harapan Bunda Palembang. Banyak hal yang aku dapatkan di TK ku itu, dari mulai berinteraksi dengan sesama, sampai hal-hal yang menggunakan otak. Aku bukanlah orang yang mudah bersosialisasi. Pada masa TK aku hanya memiliki satu teman Dhimas namanya. Waktu aku menduduki jenjang TK, aku biasa diasuh oleh tetanggaku. Aku biasa memanggil beliau Mbak Yatik. Mbak Yatik yang biasanya mengantar, dan menjemputku semasa TK. Mama dan Bapakku bekerja di Instasi yang mengikat, sehingga tak memiliki waktu untuk mengantar dan menjemputku ke sekolah.
            Masa TK adalah masa yang paling menyenangkan menurutku, tidak ada beban, tidak ada tuntutan. Kita belajar sambil bermain. Belajar hal yang sangat mendasar, seperti menggunting, membuat lingkarang, membuat garis, mewarnai, dan lain-lain. Wali kelasku waktu TK adalah Ibu Nini dan Ibu Asma. Sampai sekarang, Ibu Nini masih mengajar di TK ku, tapi tidak tahu kalau ibu Asma. Pada masa TK banyak diadakan even yang membuat murid terpacu semangat dan kepercayaan dirinya. Seperti polisi cilik, parade cilik, festival profesi cilik, lomba-lomba, pertunjukan hewan-hewan jinak, dan lain-lai. Hal ini sangat mengasyikkan, dan mungkin hanya dapat aku rasakan ketika TK. Sekitar setahun sudah menjalani masa TK, aku lulus dan mendapatkan ijazah. Pada awalnya, mamaku menginginkan aku untuk masuk TK selama dua tahun yaitu nol kecil, dan nol besar. Namun aku ditolak oleh TK ku, dengan alasan akan mengganggu yang lainnya belajar. Karena aku dianggap aku sudah mampu untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya.
            Pertamanya mamaku khawatir, apakah ada SD yang mau anak empat tahun setengah untuk bersekolah. Untungnya aku memiliki tetangga yang bekerja di SDN 586 (namanya sekarang menjadi SDN 114) Palembang. Mamaku menitipkanku di SDN 586 itu hanya sekedar untuk numpang belajar dengan menuakan umurku atu tahun. Namun ternyata pada semester dua kenaikan kelas aku mendapatkan raport hasil belajar, dan aku bisa mengikuti pelajaran sebagai siswi di sekolah tersebut. Karena aku tidak ingat hal apa yang telah aku lalui selama aku duduk dikelas satu SD, jadi langsung saja aku ceritakan masa aku dikelas dua SD.
Hal yang paling aku ingat pada masa kelas dua SD adalah pertama kali belajar sempoa. SD aku dulu memfasilitasi anak muridnya yang mau belajar sempoa. Sempoaku berbeda dengan sempoa yang beredar dipasaran sekarang. Sempoa milikku dulu terbuat dari kayu.pertemuan pertama kami diajarkan arti dari tiap manik yang ada disempoa, hingga diajarkan teknik tangan untuk penggunaan sempoa. Hari pertama berlangsung dengan lancar dan kami diberikan pekerjaan rumah berupa satu halaman soal yang mungkin terdiri dari seratus soal yang harus diselesaikan dan dikumpul esok hari. Sesampai dirumah aku mencoba menggunakan sempoaku, hanya kebingungan yang aku dapatkan. Bolak-balik aku memutar pikiran untuk menggunakan sempoa ini, namun tetap tak berhasil. Alhasil karena melihat soalnya sederhana seperti satu ditambah dua, tiga dikurang satu, empat ditambah dua, aku mengerjakan pekerjaan rumahku itu secara manual. Jujur, sampai sekarang aku masih kurang mengerti cara penggunaan sempoa.
Pada saat kelas tiga SD aku memiliki pengalaman unik yang membuatku ingat sampai sekarang, yaitu wali kelasku Ibu Ijah namanya. Ibu Ijah adalah guru yang paling killer semasa SD ku. Beliau tidak segan melakukan kekerasan kepada siswa/i nya namun dilandasi dengan alasan demi mendidik anak muridnya menjadi lebih disiplin. Hukuman yang biasanya ia berikan kepada muridnya apabila melanggar peraturan adalah dengan memukul telapak tangan muridnya dengan rotan. Aku akui itu sangat amat teramat sakit, namun harus juga aku akui itu membentuk kedisplinanku menjadi lebih baik. Peraturan yang ia terapkan dan harus aku patuhi yaitu, membuat hari dan tanggal pada setiap catatan dan latihan yang di berikan, membuat tulisan nomor diatas baris nomor, mengkotakkan setiap jawaban dari latihan-latihan, membuatgaris tepi pada setiap catatan dan latihan, membuat kolom dengan tulisan N, T, K, dengan N untuk kolom nilai, T untuk nilai kerapian menulis, dan K untuk nilai kebersihan tulisan. Ibu ijah masih memiliki banyak peraturan lainnya, namun biasanya apabila kita menaati peraturan tersebut beliau memberikan hadiah. Seperti barisan terapi, tertenang, dan terbersih beliau akan memulangkan barisan itu terlebih dahulu. Sama halnya seperti perkalian satu sampai sepuluh, setiap masuk dan pulang sekolah kami biasanya di tes untuk menghapal perkalian. Bagi yang bisa menghafal terlebih dahulu diizinkan pulang lebih awal dari pada yang belum menghafal perkalian. Dan menurutku apa yang dilakukan Ibu Ijah berhasil membuatku hafal perkalian satu sampai sepuluh hingga sekarang.
Aku tak banyak mengingat kenangan SD ku waktu kelas empat, lima, dan enam SD. Sehingga langsung saja aku bahas tentang perjuanganku untuk masuk SMP yang dari kelas empat SD aku idam-idamkan. SMPN 9 palembang namanya, dari semenjak aku SD sudah tersohor namanya. Jarak dari rumah ke SMPku memang lumayan jauh, sehingga banyak yang bilang buat apa masuk ke SMP yang jauh-jauh dari rumah, toh sama saja. Namun aku tetap bertekad untuk dapat lulus di SMP itu. Pada hari pengumuman hasil ujian masuk SMP itu aku ragu untuk melihat hasilnya sendiri, mengingat jumlah kuota dan pendaftar yang semakin membuatku pesimis. Sehingga, aku minta tolong temanku untuk meihatkan hasilnya. Dan Alhamdulillah, kabar yang ia berikan sangat memuaskan aku siswi SMPN 9 Palembang saat itu.
Tak ada yang menarik dalam kehidupanku semasa SMP kelas tujuh dan delapan. Entah, mungkin aku lupa hal menarik yang mungkin sudah pernah aku lewati. Langsung saja aku bahas persiapan UN dan masuk SMA. Waktu itu aku duduk di kelas Sembilan-empat. Sembilan-empat biasa kami sebut “sempatis” Sembilan empat autis. Entah siapa yang memilihkan nama itu, tapi tetap teringat bagaimana perjuangan kami dulu dapat lulus UN dengan nilai yang memuaskan dan masuk SMA favorit masing-masing. Sebelum tes UN SMP aku dan teman-temanku mencoba peruntungan untuk tes dibeberapa SMA unggulan yang melaksanakan tesnya lebih awal, seperti SMAN 17 Palembang, SMAN 6 Palembang, SMAN 5 Palembang, dan MAN 3 Palembang. Pertamanya aku ikut tes di SMAN 17 Palembang, segala rangkaian ujian tes telah aku ikuti dari mulai awal tes tertulis yang memutar otak tapi Alhamdulillah aku lulus tahap itu. Dilanjutkan dengan tes IQ, TOEFL, debat bahasa Inggris dengan ketiga guru disana, dan wawancara tentang keagamaan; kepribadian; kesopanan; dan aku lupa satunya lagi apa Alhamdulillah aku lulus dari semua tahap itu. Namun aku gagal pada tahap terakhir wawancara berjamaah bersama Kepala Sekolah yang menyebabkanku duduk di daftar cadangan nomor delapan disekolah itu. Pada awalnya aku berfikir apa kesalahanku sehingga perjuangan terakhirku itu gagal, seingatku Kepala Sekolahnya hanya memberikan pertanyaan nama, asal sekolah, pekerjaan orang tua, dan cita-cita. Jujur aku merasa sangat terpukul saat itu karena disaat aku yakin lulus di SMA itu aku gagal.
Pada hari yang sama saat pengumuman final di SMAN 17 Palembang, aku sedang mengantri giliran wawancara di MAN 3 Palembang. Aku mendapatkan kabar yang cukup membuatku kecewa itu melalui telepon dari Masku. Pada awalnya aku merasa gagal dalam menggapai cita-citaku. Cita-cita yang sudah aku inginkan dari kelas lima SD. Sampai akhirnya aku lulus di MAN3, dan kami diberikan waktu lima lima hari untuk membayar uang sejumlah dua juta rupiah untuk biasay tes IQ, TOEFL, pakaian dan lain-lain. Hari terakhir membayar uang tersebut adalah hari Jum’at, dan hari Kamis adalah hari dimana pengumuman pemanggilan cadangan dari SMAN 17 Palembang. Dari orang tuaku mereka lebih memilih aku untuk bersekolah di SMAN 17 Palembang, namun aku sudah terlanjur kecewa akan anganku. Sehingga, pada hari Rabu aku menyuruh kedua orang tuaku untuk membayarakan uang kepada  MAN 3. Hal itu aku lakukan, apabila aku ternyata dipanggil SMAN 17 dan dinyatakan lulus, aku tetap memilih MAN 3 karena sudah menyetorkan sejumlah uang. Dan ternyata setelah menyetorkan sejumlah uang tersebut, aku dipanggil SMAN 17 dan dinyatakan luus sebagai murid disitu.
Jelas nampak keinginan orang tuaku untuk aku tetap bersekolah di SMAN 17 itu, karena pada awalnya kedua orang tuaku memandang rendah Madrasah yang cenderung terbelakang. Namun, setelah aku ajak melihat MAN 3 Palembang, keraguan itu langsung pudar. Melihat fasilitas, dan tenaga pengajar yang berkualitas membuat restu dari kedua orang tua untuk belajar di MAN 3 Palembang aku dapatkan. Aku bertekad dalam diri sendiri untuk dapat masuk kelas Akselerasi demi membahagiakan orang tua. Serangkaian tes telah aku lewati dan Alhamdulillah aku lulus di kelas Akselerasi.
Dan setelah kejadian itu aku yakin bahwa saat tuhan menjawab doamu dia meminta imanmu, saat tuhan belum menjawab doamu dia meminta kesabaranmu, dan saat tuhan menjawab tapi bukan doamu dia memilihkan yang terbaik untukmu. Aku yakin MAN 3 Palembang adalah jalan terbaik yang dipilihkan tuhan untukku. Dan alamdulillah aku dapat bergabung dikelas Akselerasi MAN 3 Palembang.
Dikelas akselerasi yang biasa kami sebut dengan kelas Semester Pendek (SP) aku mengenal teman-teman yang memiliki berbagai macam watak. Disini aku belajar bagaimana cara bersahabat, merasakan saling memiliki seperti kelarga, sampai hal percintaan. Percintaan yang sangat lucu apabila aku ingat kembali. Ada sukanya, tapi lebih banyak dukanya. Tapi itu menjadikan sebuah pelajaran, dan membuat keimanan dan pengetahuanku akan agama Islam bertambah. Mengingat pasanganku waktu itu adalah lulusan dari pesantren, sehingga aku tertular perilaku alimnya. Seperti pepatah apabila berteman dengan tukang jual minyak wangi, kau akan ikutan wangi. Hingga akhirnya aku diputuskan olehnya karena alasan takut dengan Allah. Pada awalnya aku berfikir, kenapa dia memulai kalau ternyata hars diakhiri. Kenapa pada awalnya ia tak takut, tapi setelah aku fikir-fikir itu semua benar.
Semua hal aku lakukan bersama di kelas SP itu. Belajar, bermain, bercanda, makan, tidur, ngobrol, dan lain-lain secara bersama. Aku merasakan mereka seperti keluargaku sendiri. Selain teman sekelasku aku juga memiliki keluarga kecil lainnya didalam asrama yaitu teman satu kamarku. Kamar kami diberi nama “primitive” karena dianggap orang yang berada dikamar itu semuanya aneh. Senang sedih kami lalui bersama. Kebahagaiaan hingga ketakutan kami lalaui bersama satu tahun. Kebahagiaan karena bolos dari sholat berjamaah. Kebahagiaan karena kabur dari kerja bakti mingguan. Kebahagiaan karena sembunyi saat kegiatan barzanji. Kebahagiaan akan hal-hal yang mungkin tak dapat aku rasakan lagi. Begitu juga ketakutan yang dilalui bersama saat ketauan bolos dari sholat berjamaah, kabur bakti mingguan, sembunyi dari barzanji, ketauan bawak hape dan lain-lain. Sehingga banyak hal lainnya yang mungkin tak bisa aku sebutkan satu persatu di autobiografi ini.
Langsung saja ya aku bahas tentang testimoni masuk di Akademi Kimia Analisis ini. Pada awalnya tiap malam sebelum UN aku hanya bermain internet untuk sekedar bermain Facebook, Twitter, My Space, dan lain-lain. Dan beruntungnya aku membaca sebuah tweet dari salah satu akun yang berisikan tentang ujian masuk lewat jalur Raport dari AKABO. Pertamanya telah dari jauh-jauh hari aku mengisi formulir AKA secara online namun aku ragu apakah aku diperbolehkan oleh orang tua untuk mengikuti tes raport AKA. Hingga sekitar tiga minggu kemudian, aku kembali mengisi formulir AKA secara online untuk kedua kalinya. Setelah mengisi formulir AKA, aku menghadap kedua orangtua ku untuk meminta izin mendaftar AKA. Keraguan pada awalnya menghampiri orang tuaku, namun setelah browsing di internet tentang AKA keraguan itupun terhapuskan.
Kedua orang tuaku sebenarnya masih mengharapkan aku untuk lulus jalur undangan, namun aku lebih condong memilih untuk masuk AKA. Aku lebih condong masuk AKA karena mendengar cerita tentang AKA dari Kak Akbar, dan Kak Anggun, AKA itu lebih menjanjikan dalam bursa kerja. Mengingat jalur undangan kebanyakan lulus pada pilihan pertama, dan aku memilih Teknik Mesin – ITS itu membuatku pesimis lulus dari jalur undangan. Dan pada akhirnya setelah pengumuman AKA keluar, aku kecewa karena tidak lulus. Terlihat hanya ada empat puluh orang yang lulus AKA. Sedih jelas aku rasakan. Orang tuaku hanya berkata padaku “sudah gak papa, bukan jalannya”. Namun, setelah aku unduh filenya ternyata itu dari jalur undangan, bukan raport.

Setelah menunggu beberapa hari, pengumumamn raport yang ditunggu-tunggu pun keluar. Aku mulai membuka laptop dan mengunduh pengumuman raport AKA setelah ashar. Namun, hingga pukul setengah sembilan malam aku belum bisa mengunduh file itu. Kegalauan yang hanya aku rasakan. Ini gangguan jaringan, atau terlalu banyak yang sedang membuka web AKA. Akhirnya aku bosan, dan mulai bermain jejaring social. Aku online kan percakapanku di Facebook, lalu aku temukan beberapa teman dan minta tolong untuk membukakan pengumuman itu. Aku juga mencari teman di Twitter untuk minta tolong membukakan pengumuman itu juga. Alhasil dari sebanyak sebelas orang yang aku mintai tolong,  ada dua yang berhasil membuka hasil pengumman itu. Dan Alhamdulillah aku lulus sebagai mahasiswi Akademi Kimia Analisi Bogor.