Jumat, 02 Agustus 2013

WASPADA MALING SAAT TARAWIH

Kejahatan tak pernah mengenal tempat, dan waktu. Ia berada dimana-mana, tak terkecuali di sekitar kita. Bisa-bisa kita yang akan menjadi korban dari tindak kejahatan ini. Maling, kejahatan yang satu ini tak pernah luput dari peredaran. Ia akan selalu ada, dan siap menerkam mangsanya yang sedang lalai. Dan kita sebagai calon korban seharusnya selalu mewaspadai tindak kejahatan yang satu ini.
                Ramadhan bulan berkah penuh ampunan ini juga tidak luput dari ancaman tindak kriminalitas. Waktu tarawih bisa jadi merupakan sasaran empuk pelaku tindak kejahatan dalam menjalankan aksinya. Mengingat saat-saat inilah sebagian besar rumah sedang ditinggal penghuninya, belum lagi kendaraan-kendaraan yang terparkir rapi di area masjid. Tentu saja hal ini merupakan ladang besar untuk mendapatkan penghasilan yang tidak halal.
                Oleh karena itu sudah sepatutnya kita menutup pintu kesempatan itu serapat-rapatnya, agar tindak kriminalitas tidak menghampiri kita. Beberapa masjid di Bogor telah melakukan berberapa usaha untuk mencegah terjadinya peristiwa kemalingan saat tarawih, seperti memberikan himbauan baik secara visual maupun verbal kepada seluruh jamaah masjid. Salah satu contohnya berupa pemasangan stiker waspada maling di beberapa titik. Ada pula beberapa masjid yang gerbangnya terkunci dari awal tarawih hingga selesai, agar kendaraan tidak bebas keluar masuk.

“Untuk kendaraan yang dibawa ketika melaksanakan tarawih harap diberi kunci tambahan, demi terjaminnya kemanan dan kenyamanan kita bersama” ujar Muhammad Samsudin salah satu ketua DKM di Bogor. Beliau juga menambahkan, jangan sampai karena kelalaian yang kita perbuat  berakibat buruk bagi diri kita sendiri bahkan orang lain. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar