Kejahatan tak
pernah mengenal tempat, dan waktu. Ia berada dimana-mana, tak terkecuali di
sekitar kita. Bisa-bisa kita yang akan menjadi korban dari tindak kejahatan
ini. Maling, kejahatan yang satu ini tak pernah luput dari peredaran. Ia akan
selalu ada, dan siap menerkam mangsanya yang sedang lalai. Dan kita sebagai
calon korban seharusnya selalu mewaspadai tindak kejahatan yang satu ini.
Ramadhan bulan berkah penuh
ampunan ini juga tidak luput dari ancaman tindak kriminalitas. Waktu tarawih
bisa jadi merupakan sasaran empuk pelaku tindak kejahatan dalam menjalankan
aksinya. Mengingat saat-saat inilah sebagian besar rumah sedang ditinggal
penghuninya, belum lagi kendaraan-kendaraan yang terparkir rapi di area masjid.
Tentu saja hal ini merupakan ladang besar untuk mendapatkan penghasilan yang
tidak halal.
Oleh karena itu sudah sepatutnya
kita menutup pintu kesempatan itu serapat-rapatnya, agar tindak kriminalitas
tidak menghampiri kita. Beberapa masjid di Bogor telah melakukan berberapa
usaha untuk mencegah terjadinya peristiwa kemalingan saat tarawih, seperti
memberikan himbauan baik secara visual maupun verbal kepada seluruh jamaah
masjid. Salah satu contohnya berupa pemasangan stiker waspada maling di
beberapa titik. Ada pula beberapa masjid yang gerbangnya terkunci dari awal
tarawih hingga selesai, agar kendaraan tidak bebas keluar masuk.
“Untuk
kendaraan yang dibawa ketika melaksanakan tarawih harap diberi kunci tambahan,
demi terjaminnya kemanan dan kenyamanan kita bersama” ujar Muhammad Samsudin
salah satu ketua DKM di Bogor. Beliau juga menambahkan, jangan sampai karena
kelalaian yang kita perbuat berakibat
buruk bagi diri kita sendiri bahkan orang lain. (shinta)
terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus
terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar