Sering
kali orang beranggapan bahwa minyak sisa menggoreng atau yang biasa kita sebut
minyak jelantah itu sudah tidak ada lagi gunanya. Rata-rata pengguna minyak
sawit, langsung membuang minyak sisa hasil menggoreng setelah digunakan
maksimal tiga kali penggorengan. Oleh karena itu, Mahasiswa Akademi Kimia
Analisis Bogor yang tergabung dalam komunitas Eks-Kim (Eksperimen Kimia)
mencoba memanfaatkan limbah rumah tangga yang melimpah ini menjadi sebuah
olahan yang bermanfaat. Bahan
bakar dari minyak nabati (biodiesel) dikenal sebagai produk yang ramah
lingkungan, tidak mencemari udara, mudah terbiodegradasi, dan berasal dari
bahan baku yang dapat diperbaharui.
Mudah
dan murah, dua hal ini juga lah yang melatar belakangi pembuatan biodiesel
sederhana ini. Selain bahan baku mudah didapat, proses pembuatannya pun bisa
dilakukan dalam skala rumah tangga. Bahan-bahan yang dibutukan adalah minyak
jelantah, NaOH (soda kaustik), dan alkohol (etanol). Pertama-tama minyak
jelantah dipansakan hingga suhu sekitar 65°C. Kemudian masukkan NaOH yang telah dilarutkan didalam
air ke dalam minyak yang telah dipanaskan, aduk rata. Lalu, tambahkan alkohol
kedalam campuran dan aduk rata lagi. Matikan api, dan tunggu sejenak hingga
dingin. Lalu, larutan disaring dan biodiesel kelapa sawit siap untuk digunakan.
“Sebenarnya telah
banyak yang melakukan percobaan ini, namun kami mencoba berinovasi dalam metode
yang dilakukan” ujar Ludhy selaku ketua komunitas ini. Beliau juga berharap
agar lebih banyak lagi masyarakat yang beralih menggunakan biodiesel sebagai
sumber bahan bakar. Selain mudah dan murah, biodiesel juga ramah terhadap
lingkungan. Ditengah Pro dan Kontra terhadap kenaikan harga BBM, biodiesel bisa
jadi salah satu solusi dari masalah yang ada. (shinta)
terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Tidak ada komentar:
Posting Komentar