Senin, 01 Juli 2013

saat usia bukan merupakan tolak ukur kedewasaan

aku adalah seorang remaja yang sedang menempuh study ku di bangku setara universitas. umurku sekarang telah menginjak 16 tahun, cukup dewasa. cukup dewasa untuk mengetahui yang mana yang benar dan yang mana yang salah. cukup dewasa untuk dapat mengambil sikap sesuai dengan situasi dan kondisi. cukup dewasa untuk berani berkata iya atau tidak dalam mengambil sebuah keputusan.

namun ternyata kedewasaan itu belum berkenan menghampiriku. kedewasaan itu belum tertanam dalam jiwa yang mungil ini. kedewasaan itu masih berada sangat jauh dari diri yang terpencil ini. masih sangat jauh bahkan aku sendiri pun tak tahu seberapa panjang yang memisahkan dan seberapa panjang waktu yang akan kuhabiskan untuk mendapatkan sebuah kedewasaan itu.

terkadang bahkan sering kali terbesit dalam pikiranku betapa bahagianya menjadi anak kecil atau balita yang sebagian besar waktunya dihabiskan tanpa beban.
aku masih ingin merasakan rintikan hujan membasahi tubuhku secara langsung.
berlarian sekencang-kencangnya, dan merasakan desiran angin menerpa wajahku.
aku masih ingin menangis ketika ku terjatuh.
tertawa ketika ku mendapatkan apa yang aku inginkan.
aku masih ingin melakukan hal-hal kecil yang mustahil dan tidak wajar untuk aku lakukan saat ini, ketika umurku jauh lebih dewasa dari umur anak-anak yang biasanya melakukan hal ini.

aku ingat, ketika aku menginjak bangku SD aku menginginkan secepatnya mengenakan baju putih abu-abu dan berarti aku adalah siswi Sekolah menengah pertama. banyak hal menarik yang aku pikir akan kudapati. dimana itu adalah kali pertama aku menaiki angkutan umum tanpa pengawasan orang tua adalah sesuatu hal yang luar biasa bagiku.

lalu, ketika aku SMP aku sangat menginginkan secepatnya naik ke jenjang SMA. yang ada dibenakku hanyalah sebuah romansa manis yang sering kai kudapati dalam novel remaja ataupun sebuah cerita FTV. dimana disanalah aku menemukan arti sebuah persahabatan.

dan ketika aku jenuh berada di bangku SMA, aku ingin merasakan indahnya menjadi seorang mahasiswa. merantau, mengenakan pakaian non seragam, bertemu dengan orang-orang baru, menyandang gelar seorang mahasiswa. ini lah sudut pandang kecilku akan indahnya bangku kuliah.

namun untuk saat ini aku benar-benar jenuh dengan segala rutinitas yang biasa aku jalani. kuliah, praktikum, laporan, organisasi, rantauan.
benar-benar jenuh sehingga membuatku berfikir andai aku adalah anak-anak yang masih bisa menikmati apa yang tidak bisa kembali aku nikmati sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar