Senin, 01 Juli 2013

tulisan versi cajur

Tak ada satu orang pun yang berhak untuk menilai diri orang lain, karena sejatinya hanya diri kita sendiri lah yang mengetahui siapa sebenarnya diri kita itu. Tak ada satu orang pun yang berhak untuk berkata dia orangnya begini, dia orangnya begitu, karena sejatinya hanya dia sendirilah yang tahu siapa dirinya sebenarnya. Dialah yang mengetahui segala bentuk kelebihan, kekurangan, bahkan sampai tahap manakah dia sanggup melakukan suatu hal. Dan tak ada satu orang pun yang berhak membatasi mimpi, harapan, cita, dan cinta seseorang, karena ditangannya sendirilah hal itu bergantung. Apakah ia dapat meraih segala angannya, atau hanya berdiam diri untuk melepas semua keinginannya tersebut.
            Aku adalah aku. Aku hanyalah seorang perempuan biasa. Aku hanyalah seorang perempuan biasa yang mempunyai mimpi besar. Aku adalah aku yang mempunyai jalanku sendiri untuk mempertahankan mimpiku, ataupun membuang mimpiku itu jauh-jauh. Aku adalah aku dengan segala kelebihan maupun kekuranganku. Aku adalah aku yang mempunyai batas atas kesanggupan atas suatu hal. Aku hanyalah aku yang terlahir kedunia untuk menjalani semua tanggung jawab yang telah dipercayakan Tuhan kepadaku.
            Aku bagaikan air, yang lebih cenderung mengalir. Air yang terus mengalir sepanjang masa. Air yang tak pernah henti mengalir, walaupun sebenarnya air tak tahu kearah mana dia akan mengalir. Air yang selalu mengalir namun tetap setia pada muara. Air yang tetap mengalir walaupun dihadang oleh batu sungai yang besar. Air yang akan mengalir semakin deras apabila dihadapkan dengan angin yang kencang. Air yang tetap menjaga kestabilannya walaupun dihadapkan dengan hujan. Air yang fleksibel ketika ditempatkan di wadah apapun. Air yang selalu memiliki jumlah yang sama, walaupun dihadapkan dengan musim penghujan ataupun kemarau. Air yang selalu tahu bahwa dia adalah air, yang memiliki kewajiban sebagai salah satu sumber utama kehidupan makhluk hidup. Air yang selalu mencoba menjadi air yang jernih, namun bisa berubah menjadi air yang keruh apabila diberi sugesti yang buruk. Air yang selalu berikatan dengan air yang lain, karena sulit untuk hanya menemukan satu senyawa H2O.
            Aku adalah aku yang lebih cenderung mengalir, mengalir dengan sebuah cerita kehidupan yang sebelumnya tak aku ketahui jalan ceritanya. Aku adalah aku yang  mengalir sepanjang masa, baik itu dialam dunia ataupun akhirat. Aku bagaikan air yang terus mengalir walau tak tahu arah mana sebenarnya aku akan mengalir, aku adalah seseorang yang lebih cenderung mengikuti alur, tidak neko-neko. Air yang selalu setia kepada muara, aku adalah aku yang tetap setia kepada sang Khalik walaupun telah banyak aku temukan orang baik, namun tak ada yang sesempurna sang Khalik. Aku berharap aku adalah air yang akan tetap mengalir walaupun dihadangkan dengan batu besar, aku bisa menghadapi segala bentuk ujian yang menghampiriku. Aku juga berharap aku adalah air yang semakin kencang ketika dihadapkan dengan angin yang besar, aku memiliki semangat yang semakin besar ketika dihadapkan dengan ujian yang semakin berat. Air yang akan menjaga kestabilannya ketika dihadapkan jumlah hujan, walaupun air hujan mendarat disebuah kubangan air, ia akan tetap menjaga kestabilannya. Aku harap aku adalah air yang selalu fleksibel dimanapun aku berada karena aku akan menyesuaikan diri dimanapun aku berada, bagaikan air hujan yang selalu siap dimanapun ia akan mendarat. Aku harap aku adalah air yang memiliki jumlah yang sama baik dalam penghujan atau kemarau sekalipun, aku adalah aku yang akan selalu sama walau telah beratus tahun kemudian. Air yang selalu tahu bahwa dia adalah air, yang memiliki kewajiban sebagai salah satu sumber utama kehidupan makhluk hidup, aku adalah aku yang tahu bahwa aku dibebani tanggung jawab yang besar kepada diri sendiri, orang tua, lingkungan, terutama Tuhan yang telah memberikan segala kenikmatan kepadaku. Aku adalah air yang berusaha menjadi jernih namun bisa menjadi keruh apabila disugesti dengan hal yang buruk, aku adalah aku yang selalu berusaha melakukan hal yang terbaik namun ada kalanya aku jatuh ketika aku beranggapan aku tidak bisa melakukan yang terbaik. Air yang selalu berikatan dengan air yang lain, karena sulit untuk hanya menemukan satu senyawa H2O, aku adalah aku yang masih membutuhkan orang lain dan tidak bisa hidup secara individual.
            Aku bagaikan api yang pasti panas sekecil atau sebesar apapun apinya. Aku adalah api yang terkadang menjadi penyelamat, namun juga bisa berubah menjadi bencana. Aku adalah api yang bisa memberikan kehangatan. Aku berharap aku adalah api yang pasti bisa menjadi penerang di gua yang gelap. Aku berharap aku adalah api yang sering digunakan oleh siapapun untuk melakukan suatu hal. Aku berharap dapat menjadi api sebagai lambang dari semangat juang. Namun aku adalah api yang membara lebih besar ketika disiram dengan bahan bakar.

            Aku bagaikan api yang pasti panas sekecil atau sebesar apapun apinya, aku tetap aku seberapa sukses atau gagalnya aku nanti. Aku adalah api yang terkadang menjadi penyelamat, namun juga bisa berubah menjadi bencana, aku adalah aku yang terkadang bisa menolong seseorang dengan caraku dan aku adalah aku yang bisa mencelakakan seseorang dengan caraku juga. Aku adalah api yang bisa memberikan kehangatan, aku berharap adalah api yang memberikan kehangatan kepada orang yang berada disekitarku. Aku berharap aku adalah api yang pasti bisa menjadi penerang di gua yang gelap, aku berharap bisa menjadi penerang bagi seseorang yang sedang kebingungan. Aku berharap aku adalah api yang sering digunakan oleh siapapun untuk melakukan suatu hal, aku berharap aku dapat membantu seseorang sebisa yang dapat aku lakukan. Aku berharap bisa menjadi api dengan semangat yang tak pernah padam dalam kondisi apapun. Namun aku adalah api yang membara lebih besar ketika disiram dengan bahan bakar, namun aku juga bisa menjadi emosional ketika berhadapan dengan orang-orang yang melakukan sesuatu hal buruk kepadaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar