Tak
ada satu orang pun yang berhak untuk menilai diri orang lain, karena sejatinya
hanya diri kita sendiri lah yang mengetahui siapa sebenarnya diri kita itu. Tak
ada satu orang pun yang berhak untuk berkata dia orangnya begini, dia orangnya
begitu, karena sejatinya hanya dia sendirilah yang tahu siapa dirinya
sebenarnya. Dialah yang mengetahui segala bentuk kelebihan, kekurangan, bahkan
sampai tahap manakah dia sanggup melakukan suatu hal. Dan tak ada satu orang
pun yang berhak membatasi mimpi, harapan, cita, dan cinta seseorang, karena
ditangannya sendirilah hal itu bergantung. Apakah ia dapat meraih segala
angannya, atau hanya berdiam diri untuk melepas semua keinginannya tersebut.
Aku adalah aku. Aku hanyalah seorang
perempuan biasa. Aku hanyalah seorang perempuan biasa yang mempunyai mimpi
besar. Aku adalah aku yang mempunyai jalanku sendiri untuk mempertahankan
mimpiku, ataupun membuang mimpiku itu jauh-jauh. Aku adalah aku dengan segala
kelebihan maupun kekuranganku. Aku adalah aku yang mempunyai batas atas
kesanggupan atas suatu hal. Aku hanyalah aku yang terlahir kedunia untuk
menjalani semua tanggung jawab yang telah dipercayakan Tuhan kepadaku.
Aku bagaikan air, yang lebih
cenderung mengalir. Air yang terus mengalir sepanjang masa. Air yang tak pernah
henti mengalir, walaupun sebenarnya air tak tahu kearah mana dia akan mengalir.
Air yang selalu mengalir namun tetap setia pada muara. Air yang tetap mengalir
walaupun dihadang oleh batu sungai yang besar. Air yang akan mengalir semakin
deras apabila dihadapkan dengan angin yang kencang. Air yang tetap menjaga
kestabilannya walaupun dihadapkan dengan hujan. Air yang fleksibel ketika
ditempatkan di wadah apapun. Air yang selalu memiliki jumlah yang sama,
walaupun dihadapkan dengan musim penghujan ataupun kemarau. Air yang selalu tahu
bahwa dia adalah air, yang memiliki kewajiban sebagai salah satu sumber utama
kehidupan makhluk hidup. Air yang selalu mencoba menjadi air yang jernih, namun
bisa berubah menjadi air yang keruh apabila diberi sugesti yang buruk. Air yang
selalu berikatan dengan air yang lain, karena sulit untuk hanya menemukan satu
senyawa H2O.
Aku adalah aku yang lebih cenderung
mengalir, mengalir dengan sebuah cerita kehidupan yang sebelumnya tak aku
ketahui jalan ceritanya. Aku adalah aku yang
mengalir sepanjang masa, baik itu dialam dunia ataupun akhirat. Aku
bagaikan air yang terus mengalir walau tak tahu arah mana sebenarnya aku akan
mengalir, aku adalah seseorang yang lebih cenderung mengikuti alur, tidak
neko-neko. Air yang selalu setia kepada muara, aku adalah aku yang tetap setia
kepada sang Khalik walaupun telah banyak aku temukan orang baik, namun tak ada
yang sesempurna sang Khalik. Aku berharap aku adalah air yang akan tetap
mengalir walaupun dihadangkan dengan batu besar, aku bisa menghadapi segala
bentuk ujian yang menghampiriku. Aku juga berharap aku adalah air yang semakin
kencang ketika dihadapkan dengan angin yang besar, aku memiliki semangat yang
semakin besar ketika dihadapkan dengan ujian yang semakin berat. Air yang akan
menjaga kestabilannya ketika dihadapkan jumlah hujan, walaupun air hujan
mendarat disebuah kubangan air, ia akan tetap menjaga kestabilannya. Aku harap
aku adalah air yang selalu fleksibel dimanapun aku berada karena aku akan
menyesuaikan diri dimanapun aku berada, bagaikan air hujan yang selalu siap
dimanapun ia akan mendarat. Aku harap aku adalah air yang memiliki jumlah yang
sama baik dalam penghujan atau kemarau sekalipun, aku adalah aku yang akan
selalu sama walau telah beratus tahun kemudian. Air yang selalu tahu bahwa dia
adalah air, yang memiliki kewajiban sebagai salah satu sumber utama kehidupan
makhluk hidup, aku adalah aku yang tahu bahwa aku dibebani tanggung jawab yang
besar kepada diri sendiri, orang tua, lingkungan, terutama Tuhan yang telah
memberikan segala kenikmatan kepadaku. Aku adalah air yang berusaha menjadi
jernih namun bisa menjadi keruh apabila disugesti dengan hal yang buruk, aku
adalah aku yang selalu berusaha melakukan hal yang terbaik namun ada kalanya
aku jatuh ketika aku beranggapan aku tidak bisa melakukan yang terbaik. Air
yang selalu berikatan dengan air yang lain, karena sulit untuk hanya menemukan
satu senyawa H2O, aku adalah aku yang masih
membutuhkan orang lain dan tidak bisa hidup secara individual.
Aku bagaikan api yang pasti panas
sekecil atau sebesar apapun apinya. Aku adalah api yang terkadang menjadi
penyelamat, namun juga bisa berubah menjadi bencana. Aku adalah api yang bisa
memberikan kehangatan. Aku berharap aku adalah api yang pasti bisa menjadi
penerang di gua yang gelap. Aku berharap aku adalah api yang sering digunakan
oleh siapapun untuk melakukan suatu hal. Aku berharap dapat menjadi api sebagai
lambang dari semangat juang. Namun aku adalah api yang membara lebih besar
ketika disiram dengan bahan bakar.
Aku bagaikan api yang pasti panas
sekecil atau sebesar apapun apinya, aku tetap aku seberapa sukses atau gagalnya
aku nanti. Aku adalah api yang terkadang menjadi penyelamat, namun juga bisa
berubah menjadi bencana, aku adalah aku yang terkadang bisa menolong seseorang
dengan caraku dan aku adalah aku yang bisa mencelakakan seseorang dengan caraku
juga. Aku adalah api yang bisa memberikan kehangatan, aku berharap adalah api
yang memberikan kehangatan kepada orang yang berada disekitarku. Aku berharap
aku adalah api yang pasti bisa menjadi penerang di gua yang gelap, aku berharap
bisa menjadi penerang bagi seseorang yang sedang kebingungan. Aku berharap aku
adalah api yang sering digunakan oleh siapapun untuk melakukan suatu hal, aku
berharap aku dapat membantu seseorang sebisa yang dapat aku lakukan. Aku
berharap bisa menjadi api dengan semangat yang tak pernah padam dalam kondisi
apapun. Namun aku adalah api yang membara lebih besar ketika disiram dengan
bahan bakar, namun aku juga bisa menjadi emosional ketika berhadapan dengan
orang-orang yang melakukan sesuatu hal buruk kepadaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar