Senin, 01 Juli 2013

tulisan versi Mading waktu SMA : Green School

Sekolah hijau, bukan dalam artian bahwa sekolah dengan warna cat hijau atau menggunakan segala perabotan berwarna hijau. Secara umum green school (sekolah hijau), sekolah yang menerapkan budaya cinta lingkungan. Budaya cinta lingkungan adalah suatu kegiatan yang diterapkan oleh individu atau kelompok untuk menghargai alam. Mulai dari mempertahankan apa yang telah ada, menanggulangi (memperbaiki) yang rusak, dan mencegah terjadinya kerusakan alam. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk membuat alam kita tetap bersahabat, yaitu tanamkan dari dalam diri sendiri budaya cinta lingkungan. Mulai dari hal yang terkecil yang dapat kita lakukan dari diri kita sendiri, sampai hal yang dapat kita lakukan secara berkelompok.
                Banyak yang dapat kita lakukan untuk membuat bumi ini kembali bersahabat. Kita dapat menerapkannya di lingkungan sekolah, dengan menerapkan sikap disiplin. Green School atau Go Green adalah pepatah yang sedang gencar-gencarnya di terapkan di berbagai sekolah. Salah satunya MAN 3 Palembang, “be a clever, attractive and green teen”. Jadilah seorang yang pandai, menarik, dan remaja yang hijau. Remaja yang hijau, remaja yang mencintai lingkungannya. Banyak hal yang dapat kita lakukan di lingkungan sekolah untuk menerapkan budaya Green School. Mulai dari membuang sampah pada tempatnya, ada baiknya jika kita mulai melakukan pemisahan sampah organik dan anorganik. Sampah organik seperti dedaunan dapat kita olah menjadi pupuk organik (pupuk kompos). Selain itu kertas yang termasuk dalam sampah organik, dapat kita olah menjadi kertas daur ulang. Secara tidak lansung penggunaan kertas daur ulang dapat mengurangi penebangan pohon. Lain halnya dengan sampah anorganik, kita dapat memanfaatkan sampah anorganik untuk banyak hal, salah satu contohnya adalah sampah plastik. Kita dapat membuat tas, kotak pensil, jas hujan, payung, dan lain-lain degan memanfaatkan sampah plastik yang dapat kita dapatkan dengan mudah dan murah. Menurut salah satu siswi MAN 3 Palembang Amalia Nurdiyanti, penerapan slogan di MAN 3 Palembang sudah berjalan cukup baik. Dilihat dari peran siswa dan guru yang cukup baik. Dari hanya sampah, kita dapat menemukan sejuta manfaat darinya  apabila  pengolahannya tepat. Seperti halnya yang dilakukan oleh siswa/i MAN 3 Palembang dengan bimbingan beberapa guru, ekskul wirausaha pun dibentuk. Mereka memanfaatkan limbah sehari-hari yang sangat mudah dan murah didapatkan. Limbah plastik yang lumrahnya dibuang di kotak sampah, kini di manfaatkan menjadi barang serbaguna.
                Selain membuang sampah pada tempatnya, kita juga dapat menghijaukan setiap jengkal tanah kita dengan menanam pepohonan. Karena kelak pohon yang kita tanam sejak dini, memiliki manfaat yang sangat besar dalam penyedia oksigen. Oksigen sebagai salah satu komponen yang sangat kita perlukan untuk mempertahankan kehidupan, bisa kita dapatkan dari hasil fotosintesis tumbuhan. Semakin banyak pohon, semakin banyak pula tumbuhan yang melakukan fotosintesis, semakin banyak fotosintesis semakin banyak pula oksigen yang terdapat di bumi. Oksigen yang berlimpah, dapat membuat usia harapan hidup meningkat. Seperti yang diakukan oleh para siswa/i MAN 3 Palembang bersama para anggota TNI, penanaman 1000 pohon di kompleks MAN 3 Palembang. Penanaman 1000 pohon ini merupakan upaya turut serta yang dilakukan MAN 3 Palembang untuk memelihara bumi yang kita cintai ini.
                Selanjutnya kita juga dapat menghemat pemakaian energi. Matikan segala elektronik yang tidak digunakan. Pakailah AC dan lemari pendingin non CFC, karena CFC dapat merusak lapisan ozon. Kurangi penggunaan kendaraan pribadi, karena polusi dari pembakaran kendaraan bermotor yang tidak sempurna sangat merugikan. Lapisan ozon adalah lapisan yang menghambat sinar UV sampai ke bumi. Sinar UV memiliki dampak negatif bagi manusia, salah satunya kanker kulit. Lapisan ozon dapat mencegah terjadinya pemanasan global. Polusi dari pembakaran kendaraan bermotor yang tidak sempurna sangat merugikan. Hal-hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya pemanasan global dan hujan asam. Pemanasan global dan hujan asam pada umumnya terjadi akibat ulah tangan manusia itu sendiri seperti kegiatan industri, pembangkit tenaga listrik, kendaraan bermotor, dan pengolahan pertanian (terutama amonia). Dampaknya sangat besar untuk kehidupan kita, mulai dari suhu bumi yang tidak stabil, musim yang tak menentu dan susah untuk diprediksikan, suhu bumi yang meningkat drastis, bumi menjadi gersang, hutan menjadi kering, air tercemar, dan lain-lain. Oleh karena itu, mulailah memberlakukan sistem hemat pemakaian energi. Seperti halnya di MAN 3 Palembang, menuntut perilaku disiplin terhadap pemakaian energi. Seperti halnya, mematikan berbagai perlengkapan elektronik selagi tidak digunakan. Menurutsalah satu siswa MAN 3 Palembang Said Abdullah Sani, penerapan penghematan energi di MAN 3 Palembang sudah cukup  baik namun perlunya peran serta siwa perlu ditingkatkan.

                Melalui 3 langkah sederhana di atas, kita dapat membuat perubahan dibumi untuk menjadi lebih baik. Karena diprediksikan pada tahun 2070 bumi dilanda kekeringan luar biasa. Mulailah dari diri anda dan lingkungan serta sekolah anda. Green School !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar