Sekolah hijau,
bukan dalam artian bahwa sekolah dengan warna cat hijau atau menggunakan segala
perabotan berwarna hijau. Secara umum green
school (sekolah hijau), sekolah yang menerapkan budaya cinta lingkungan.
Budaya cinta lingkungan adalah suatu kegiatan yang diterapkan oleh individu
atau kelompok untuk menghargai alam. Mulai dari mempertahankan apa yang telah ada,
menanggulangi (memperbaiki) yang rusak, dan mencegah terjadinya kerusakan alam.
Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk membuat alam kita tetap bersahabat, yaitu
tanamkan dari dalam diri sendiri budaya cinta lingkungan. Mulai dari hal yang
terkecil yang dapat kita lakukan dari diri kita sendiri, sampai hal yang dapat
kita lakukan secara berkelompok.
Banyak yang dapat kita lakukan
untuk membuat bumi ini kembali bersahabat. Kita dapat menerapkannya di
lingkungan sekolah, dengan menerapkan sikap disiplin. Green School atau Go Green adalah
pepatah yang sedang gencar-gencarnya di terapkan di berbagai sekolah. Salah
satunya MAN 3 Palembang, “be a clever, attractive and green teen”. Jadilah
seorang yang pandai, menarik, dan remaja yang hijau. Remaja yang hijau, remaja
yang mencintai lingkungannya. Banyak hal yang dapat kita lakukan di lingkungan
sekolah untuk menerapkan budaya Green
School. Mulai dari membuang sampah pada tempatnya, ada baiknya jika kita mulai
melakukan pemisahan sampah organik dan anorganik. Sampah organik seperti
dedaunan dapat kita olah menjadi pupuk organik (pupuk kompos). Selain itu
kertas yang termasuk dalam sampah organik, dapat kita olah menjadi kertas daur
ulang. Secara tidak lansung penggunaan kertas daur ulang dapat mengurangi
penebangan pohon. Lain halnya dengan sampah anorganik, kita dapat memanfaatkan
sampah anorganik untuk banyak hal, salah satu contohnya adalah sampah plastik.
Kita dapat membuat tas, kotak pensil, jas hujan, payung, dan lain-lain degan
memanfaatkan sampah plastik yang dapat kita dapatkan dengan mudah dan murah. Menurut
salah satu siswi MAN 3 Palembang Amalia Nurdiyanti, penerapan slogan di MAN 3
Palembang sudah berjalan cukup baik. Dilihat dari peran siswa dan guru yang
cukup baik. Dari hanya sampah, kita dapat menemukan sejuta manfaat darinya apabila
pengolahannya tepat. Seperti halnya yang dilakukan oleh siswa/i MAN 3
Palembang dengan bimbingan beberapa guru, ekskul wirausaha pun dibentuk. Mereka
memanfaatkan limbah sehari-hari yang sangat mudah dan murah didapatkan. Limbah
plastik yang lumrahnya dibuang di kotak sampah, kini di manfaatkan menjadi
barang serbaguna.
Selain membuang sampah pada
tempatnya, kita juga dapat menghijaukan setiap jengkal tanah kita dengan
menanam pepohonan. Karena kelak pohon yang kita tanam sejak dini, memiliki
manfaat yang sangat besar dalam penyedia oksigen. Oksigen sebagai salah satu
komponen yang sangat kita perlukan untuk mempertahankan kehidupan, bisa kita dapatkan
dari hasil fotosintesis tumbuhan. Semakin banyak pohon, semakin banyak pula
tumbuhan yang melakukan fotosintesis, semakin banyak fotosintesis semakin
banyak pula oksigen yang terdapat di bumi. Oksigen yang berlimpah, dapat
membuat usia harapan hidup meningkat. Seperti yang diakukan oleh para siswa/i
MAN 3 Palembang bersama para anggota TNI, penanaman 1000 pohon di kompleks MAN
3 Palembang. Penanaman 1000 pohon ini merupakan upaya turut serta yang
dilakukan MAN 3 Palembang untuk memelihara bumi yang kita cintai ini.
Selanjutnya kita juga dapat
menghemat pemakaian energi. Matikan segala elektronik yang tidak digunakan.
Pakailah AC dan lemari pendingin non CFC, karena CFC dapat merusak lapisan
ozon. Kurangi penggunaan kendaraan pribadi, karena polusi dari pembakaran
kendaraan bermotor yang tidak sempurna sangat merugikan. Lapisan ozon adalah
lapisan yang menghambat sinar UV sampai ke bumi. Sinar UV memiliki dampak
negatif bagi manusia, salah satunya kanker kulit. Lapisan ozon dapat mencegah
terjadinya pemanasan global. Polusi dari pembakaran kendaraan bermotor yang
tidak sempurna sangat merugikan. Hal-hal tersebut dapat mengakibatkan
terjadinya pemanasan global dan hujan asam. Pemanasan global dan hujan asam
pada umumnya terjadi akibat ulah tangan manusia itu sendiri seperti kegiatan
industri, pembangkit tenaga listrik, kendaraan bermotor, dan pengolahan
pertanian (terutama amonia). Dampaknya sangat besar untuk kehidupan kita, mulai
dari suhu bumi yang tidak stabil, musim yang tak menentu dan susah untuk
diprediksikan, suhu bumi yang meningkat drastis, bumi menjadi gersang, hutan
menjadi kering, air tercemar, dan lain-lain. Oleh karena itu, mulailah
memberlakukan sistem hemat pemakaian energi. Seperti halnya di MAN 3 Palembang,
menuntut perilaku disiplin terhadap pemakaian energi. Seperti halnya, mematikan
berbagai perlengkapan elektronik selagi tidak digunakan. Menurutsalah satu
siswa MAN 3 Palembang Said Abdullah Sani, penerapan penghematan energi di MAN 3
Palembang sudah cukup baik namun
perlunya peran serta siwa perlu ditingkatkan.
Melalui 3 langkah sederhana di
atas, kita dapat membuat perubahan dibumi untuk menjadi lebih baik. Karena
diprediksikan pada tahun 2070 bumi dilanda kekeringan luar biasa. Mulailah dari
diri anda dan lingkungan serta sekolah anda. Green School !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar