Apa
yang pertama kali terlintas di benak sobat kampus ketika mendengar kata-kata
“Asap Cair”. Mungkin beberapa berfikir itu adalah embun, yaitu gas yang
mencair. Atau mungkin ada yang bertanya-tanya “emang ada ya asap yang cair ?”. Asap cair yaitu asap yang merupakan
fase gas diubah wujudnya menjadi fase cair. Asap cair ini ditemukan oleh
seorang mahasiswa jenius Akademi Kimia Analisis Bogor, Fikari Wahyu Sadewa.
Awalnya
pria kelahiran Metro, Lampung ini menaruh rasa prihatin akan realita pangan di
Indonesia yang banyak menggunakan pengawet tidak alami. Zat pengawet yang tidak
alami tentulah menimbulkan sejumlah dampak negative, baik kepada tubuh maupun
lingkungan. Dari sinilah Fikari menemukan sebuah ide bagaimana caranya membuat
sebuah ramuan pengawet makanan yang aman dan mudah dibuat.
Asap
cair hanyalah terbuat dari tempurung kelapa yang dipirolisis, asap yang
dihasilkan kemudian didinginkan dan cairannya ditampung. Kemudian cairan ini
didestilasi, dan cairan inilah yang disebut asap cair. Asap cair ini yang
digunakan sebagai zat pengawet yang aman dikonsumsi. Asap cair dari batok kelapa dapat mengawetkan ikan
segar selama 168 jam. Dengan demikian asap cair dari batok kelapa ini dapat
digunakan sebagai pengawet makanan yang ramah lingkungan.
Penemuan ini merupakan penemuan orisinal oleh Fikari
Wahyu Sadewa. Walaupun tidak menutup kemungkinan tetap adanya beberapa orang
yang ikut membantu dalam proses eksperimen ini. Pria yang memiliki hobi
berenang, dan bereksperimen ini berharap “hak paten akan penemuan ini sesegera mungkin
dilakukan agar karya asli anak Indonesia diakui keberadaannya”. Beliau juga berharap semoga penemuan ini bisa
diketahui hal layak ramai, sehingga bisa dipraktikan secara langsung. Dan
peredaran zat pengawet berbahaya dapat diminimalisir bahkan dihapuskan.
(shinta)
terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar