Senin, 02 Desember 2013

ASAP CAIR ?

Apa yang pertama kali terlintas di benak sobat kampus ketika mendengar kata-kata “Asap Cair”. Mungkin beberapa berfikir itu adalah embun, yaitu gas yang mencair. Atau mungkin ada yang bertanya-tanya “emang ada ya asap yang cair ?”. Asap cair yaitu asap yang merupakan fase gas diubah wujudnya menjadi fase cair. Asap cair ini ditemukan oleh seorang mahasiswa jenius Akademi Kimia Analisis Bogor, Fikari Wahyu Sadewa.
Awalnya pria kelahiran Metro, Lampung ini menaruh rasa prihatin akan realita pangan di Indonesia yang banyak menggunakan pengawet tidak alami. Zat pengawet yang tidak alami tentulah menimbulkan sejumlah dampak negative, baik kepada tubuh maupun lingkungan. Dari sinilah Fikari menemukan sebuah ide bagaimana caranya membuat sebuah ramuan pengawet makanan yang aman dan mudah dibuat.
Asap cair hanyalah terbuat dari tempurung kelapa yang dipirolisis, asap yang dihasilkan kemudian didinginkan dan cairannya ditampung. Kemudian cairan ini didestilasi, dan cairan inilah yang disebut asap cair. Asap cair ini yang digunakan sebagai zat pengawet yang aman dikonsumsi. Asap cair dari batok kelapa dapat mengawetkan ikan segar selama 168 jam. Dengan demikian asap cair dari batok kelapa ini dapat digunakan sebagai pengawet makanan yang ramah lingkungan.

Penemuan ini merupakan penemuan orisinal oleh Fikari Wahyu Sadewa. Walaupun tidak menutup kemungkinan tetap adanya beberapa orang yang ikut membantu dalam proses eksperimen ini. Pria yang memiliki hobi berenang, dan bereksperimen ini berharap hak  paten akan penemuan ini sesegera mungkin dilakukan agar karya asli anak Indonesia diakui keberadaannya. Beliau juga berharap semoga penemuan ini bisa diketahui hal layak ramai, sehingga bisa dipraktikan secara langsung. Dan peredaran zat pengawet berbahaya dapat diminimalisir bahkan dihapuskan. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar