Komunitas
Eks-Kim (Eksperimen Kimia) Akademi Kimia Analisis kembali menorehkan karyanya.
Penemuan kali ini berasal dari dunia teknologi pangan dan kesehatan. Permen
anti kanker, adalah hasil eksperimen yang berhasil ditemukan oleh komunitas
ini. Ide pembuatan permen anti kanker ini berawal dari keprihatinan akan
realita kasus kanker yang kian meningkat tiap tahunnya. Menurut Ludhy selaku
ketua Aks-Kim “Penyajian dalam bentuk permen pun diharapkan agar mudah
dikonsumsi dan dapat dinikmati oleh semua umur”.
Pembuatan permen anti kanker ini
memang terbilang sulit, dibutuhkan bahan-bahan dan alat khusus, serta teknik
yang rumit. Pembuatannya pun terbilang cukup lama, yaitu 9 hari waktu
pengerjaan. Bahan baku dari permen anti kanker ini adalah daun pohpoh, sejenis
lalapan. Daun pohpohan (Pilea Trinervia Wights) ini mengandung zat flavonoid
yang tinggi sehingga cocok dijadikan sebagai bahan baku permen anti kanker.
Awalnya daun pohpohan ini dicuci
bersih, kemudian dicacah halus. Lalu dikeringkan hingga seperti the. Direndam
dengan pelarut organik selama minimal 3 hari, sampai terbentuk larutan berwarna
hijau tua. Kemudian disaring untuk diambil filtratnya. Kemudian filtrat di
ekstraksi menggunakan 3 pelarut, masing-masing pelarut membutuhkan waktu
pengerjaan minimal 24 jam. Setelah diekstraksi larutas didestilasi hingga
didapatkan larutan yang diinginkan. Karena proses pengerjaan yang cukup panjang
dan sulit, dari 3 ikat daun pohpohan dihasilkan sekitar 20 mL larutan zat anti
kanker. Namun, larutan ini masih terasa pahit sehingga perlu ditambahkan
pemanis sorbitol kemudian dikristalkan menjadi permen.
Ludhy berharap dengan adanya
penemuan permen anti kanker ini dapat meminimalisir terjadinya kasus kanker.
Beliau juga berharap permen anti kanker ini dapat diproduksi secara masal
sehingga dapat dinikmati oleh banyak orang. (shinta)
terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus
wah keren banget permennya yah, anti kanker, udh cobain permen ini http://goo.gl/NsXzci
BalasHapus