Sabtu, 07 Desember 2013

PEKAN KONDOM NASIONAL MENUAI KONTRA


           


            Pekan Kondom Nasional (PKN) yang direncanakan berlangsung pada tanggal 1 – 7 Desember 2013,  menuai kontra dari berbagai kalangan masyarakat. Pasalnya PKN yang awalnya bertujuan sebagai upaya pergerakan Anti HIV/AIDS ini, merujuk kepada pemahaman dan penafsiran yang beragam dari berbagai pihak.

            Menyeruaknya kabar ini hingga penjuru daerah berimplikasi pula dengan penolakan PKN dari berbagai daerah. Berbagai jenis aksi digelar di beberapa daerah sebagai upaya penolakan rencana ini. Salah satu contohnya Seminar Indonesia Bermoral Tolak Free Sex yang digelar oleh Lembaga Dakwah Kampus Keluarga Muslim AKA (LDK KMA), menyedot perhatian sebagian besar civitas akademik. Agenda yang berlangsung pada 5 Desember 2013, bertempat di Kampus AKA Tanah Baru. Adapun tujuan umum dari agenda ini adalah untuk mencerdaskan masyarakat akan bahaya seks bebas. Seminar ini dihadiri oleh Instansi Pemerintah Kota Bogor, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan MUI Bogor.

            Tanda Pagar TolakPekanKondom (#TolakPekanKondom) pun ramai digunakan oleh pengguna twitter sebagai bentuk keikut sertaan penolakan rencana dari Oma Nafsiah Mboi ini. Berbagai pandangan, dan kritikan pedas membanjiri dunia nyata hingga dunia maya. Apalagi pembagian kondom juga diadakan di kampus, seakan-akan melegalkan mahasiswa untuk melakukan hubungan seksual asalkan aman (red : menggunakan kondom). Oleh karena itu, akhirnya Panitia Penyelenggara Pekan Kondom Nasional 2013 membatalkan acara yang merupakan program dari Kementrian Kesehatan ini

            Tak hanya itu bus bercat merah yang bergambarkan perempuan seksi dengan bangganya melenggang mengelilingi perkotaan. Kampanye ini nampak seperti mempromosikan kondom dan menganjurkan seks bebas bukan lagi aksi untuk mencegah HIV dan AIDS. Program PKN memang tidak tepat sebagai program edukasi untuk mengurangi penularan HIV/AIDS di Indonesia, karena yang terjadi akan justru menjerumuskan generasi penerus.

            Hal penting yang harus dilakukan bukanlah membagikan kondom secara gratis, tetapi bagaimana mengedukasi masyarakat tentang bahaya dari HIV/ AIDS. Sebenarnya masih banyak hal lain yang dapat dilakukan selain menggelar PKN ini seperti, sosialisasi bahaya dari seks bebas, penutupan tempat prostusi, dan pemblokiran situs porno.


(SHINTA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar