Siapa
sangka kalau limbah kulit pisang yang kerap kali dianggap sebelah mata, kini
dapat kita manfaatkan dengan sejuta keuntungan. Nata de banana adalah salah satu olahan yang berhasil dibuat dengan
bahan baku kuli pisang. Komunitas Eks-Kim Akademi Kimia Analisis Bogor menyulap
limbah kulit pisang menjadi olahan yang manis dan nikmat. Ide ini muncul ketika
membeli gorengan, dan melihat betapa banyaknya limbah kulit pisang yang dibuang
begitu saja. Selain sayang akan kulit pisang yang dibuang begitu saja, tentu
saja hal ini dapat menimbulkan pencemaran lingkungan walaupun kulit pisang
merupakan bahan yang mudah terdegradasi.
Menurut Ludhy Anshory selaku ketua
komunitas ini, “Pengerjaan Nata de Banana
ini membutuhkan waktu pengerjaan yang cukup lama dalam proses fermentasi. Namun
dalam proses pengolahan ini bukanlah hal yang sulit dan bisa dilakukan dalam
industry rumahan”.
Pengerjaan prosuk yang satu ini
bukanlah tanpa kendala, Ludhy mengaku mengalami tiga kali kegagalan. Kegagalan
ini diantaranya disebabkan oleh masih terkandungnya bijih pisang, kurang
sterilnya alat dan bahan, serta kesalahan dalam penambahan bakteri. Namun
kesalahan-kesalahan ini dapat dihadapi dan akhirnya terciptalah sebuah produk Nata de banana. Bukan hanya inovasi
berbahan baku limbah kulit pisang. Komunitas ini juga melebarkan inovasinya
dengan bahan baku kulit nanas. (shinta)
terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar