Sabtu, 07 Desember 2013

PEKAN KONDOM NASIONAL MENUAI KONTRA


           


            Pekan Kondom Nasional (PKN) yang direncanakan berlangsung pada tanggal 1 – 7 Desember 2013,  menuai kontra dari berbagai kalangan masyarakat. Pasalnya PKN yang awalnya bertujuan sebagai upaya pergerakan Anti HIV/AIDS ini, merujuk kepada pemahaman dan penafsiran yang beragam dari berbagai pihak.

            Menyeruaknya kabar ini hingga penjuru daerah berimplikasi pula dengan penolakan PKN dari berbagai daerah. Berbagai jenis aksi digelar di beberapa daerah sebagai upaya penolakan rencana ini. Salah satu contohnya Seminar Indonesia Bermoral Tolak Free Sex yang digelar oleh Lembaga Dakwah Kampus Keluarga Muslim AKA (LDK KMA), menyedot perhatian sebagian besar civitas akademik. Agenda yang berlangsung pada 5 Desember 2013, bertempat di Kampus AKA Tanah Baru. Adapun tujuan umum dari agenda ini adalah untuk mencerdaskan masyarakat akan bahaya seks bebas. Seminar ini dihadiri oleh Instansi Pemerintah Kota Bogor, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan MUI Bogor.

            Tanda Pagar TolakPekanKondom (#TolakPekanKondom) pun ramai digunakan oleh pengguna twitter sebagai bentuk keikut sertaan penolakan rencana dari Oma Nafsiah Mboi ini. Berbagai pandangan, dan kritikan pedas membanjiri dunia nyata hingga dunia maya. Apalagi pembagian kondom juga diadakan di kampus, seakan-akan melegalkan mahasiswa untuk melakukan hubungan seksual asalkan aman (red : menggunakan kondom). Oleh karena itu, akhirnya Panitia Penyelenggara Pekan Kondom Nasional 2013 membatalkan acara yang merupakan program dari Kementrian Kesehatan ini

            Tak hanya itu bus bercat merah yang bergambarkan perempuan seksi dengan bangganya melenggang mengelilingi perkotaan. Kampanye ini nampak seperti mempromosikan kondom dan menganjurkan seks bebas bukan lagi aksi untuk mencegah HIV dan AIDS. Program PKN memang tidak tepat sebagai program edukasi untuk mengurangi penularan HIV/AIDS di Indonesia, karena yang terjadi akan justru menjerumuskan generasi penerus.

            Hal penting yang harus dilakukan bukanlah membagikan kondom secara gratis, tetapi bagaimana mengedukasi masyarakat tentang bahaya dari HIV/ AIDS. Sebenarnya masih banyak hal lain yang dapat dilakukan selain menggelar PKN ini seperti, sosialisasi bahaya dari seks bebas, penutupan tempat prostusi, dan pemblokiran situs porno.


(SHINTA)

Senin, 02 Desember 2013

AKA GELAR KOMPETISI OLAHRAGA

Akademi Kimia Analisis Bogor, kampus kecil yang berada di daerah Tanah Baru ini menyelenggarakan ajang kompetisi olahraga yang ke enam. Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa, civitas akademik, dan alumni AKA Bogor. Agenda ini resmi dibuka pada Senin, 11 Nopember 2013 dan diagendakan akan berlangsung kurang lebih selama tiga minggu.
            Menurut saudara Anas selaku ketua pelaksana menyebutkan dalam kata sambutannya “kompor adalah ajang untuk mengasah kemampuan, refreshing pasca UTS, meningkatkan jiwa sportifitas dan semangat berkompetsi, serta mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa, civitas akademik, dan alumni.
            Adapun beberapa cabang olahraga yang diperlombakan, yaitu futsal, basket, bulu tangkis, tenis meja, catur, lari marathon, lari jarak 100 meter, dan senam. Perwakilan mahasiswa dari setiap kelas, civitas akademik, dan alumni mengirimkan atlet terbaiknya dalam ajang ini. dalam ajang ini para atlet yang telah didelegasikan berusaha untuk merebut piala bergilir kompor.

            Anas juga menambahkan “agar para peserta dapat mengaplikasikan jiwa sportif dan semangat berkompetisi dalam kehidupan sehari-hari”. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Pendidikan Anti Korupsi

Citra Indonesia memang makin terpuruk karena meningkatnya jumlah kasus korupsi di negeri ini. Kehadiran kasus korupsi di tanah air ini, kini makin meningkat dari waktu ke waktu. Bahkan korupsi seolah-olah menjadi sebuah tradisi yang amat sulit untuk diberantas. Dan hal ini jelas merugikan bangsa Indonesia dari segi financial hingga mental.
            Mahasiswa yang sering kali disebut sebagai agen perubahan sudah sewajarnya lah turut serta dalam membantu pemerintah untuk memberantas korupsi. Keterlibatan mahasiswa tentu lah bukan pada upaya penindakan yang merupakan kewenangan institusi penegak hukum. Namun lebih kepada pencegahan dengan turut membangun budaya anti korupsi dalam kehidupan bermasyarakat.
            Dikutip dari laman resmi ACCH (Anti Coruption Clearing House), dalam melakukan upaya pencegahan korupsi, KPK melaksanakan program pendidikan antikorupsi pada berbagai jenjang tingkat pendidikan, dari mulai TK, SD, SMP, SMU, hingga Perguruan Tinggi. Selain itu, KPK merancang program Anti-Corruption Learning Center (ACLC) untuk semua lapisan masyarakat, mulai dari Ormas, asosiasi profesi, LSM, Pegawai Negeri Sipil (penyelenggara negara),  perusahaan BUMN, perusahaan swasta, dan lain-lain. Target pendidikan antikorupsi adalah membangun generasi baru antikorupsi. 
            Dan belum lama ini KPK bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menggelar Training of Trainers (ToT) Pendidikan Antikorupsi yang melibatkan para dosen dari berbagai perguruan tinggi. Agenda ini direncakan akan dilaksanakan sepanjang tahun 2013 di 8 regional. Tujuan dari dilaksanakannya TOT Pendidikan Anti Korupsi ini adalah untuk memberikan pembekalan bagi para dosen dan memberikan presepsi yang sama tentang pengertian, penanganan dan pemberantasan korupsi di Indonesia melalui Pendidikan Anti Korupsi kepada para Mahasiswa. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus


PERMEN ANTI KANKER

Komunitas Eks-Kim (Eksperimen Kimia) Akademi Kimia Analisis kembali menorehkan karyanya. Penemuan kali ini berasal dari dunia teknologi pangan dan kesehatan. Permen anti kanker, adalah hasil eksperimen yang berhasil ditemukan oleh komunitas ini. Ide pembuatan permen anti kanker ini berawal dari keprihatinan akan realita kasus kanker yang kian meningkat tiap tahunnya. Menurut Ludhy selaku ketua Aks-Kim “Penyajian dalam bentuk permen pun diharapkan agar mudah dikonsumsi dan dapat dinikmati oleh semua umur”.
            Pembuatan permen anti kanker ini memang terbilang sulit, dibutuhkan bahan-bahan dan alat khusus, serta teknik yang rumit. Pembuatannya pun terbilang cukup lama, yaitu 9 hari waktu pengerjaan. Bahan baku dari permen anti kanker ini adalah daun pohpoh, sejenis lalapan. Daun pohpohan (Pilea Trinervia Wights) ini mengandung zat flavonoid yang tinggi sehingga cocok dijadikan sebagai bahan baku permen anti kanker.
            Awalnya daun pohpohan ini dicuci bersih, kemudian dicacah halus. Lalu dikeringkan hingga seperti the. Direndam dengan pelarut organik selama minimal 3 hari, sampai terbentuk larutan berwarna hijau tua. Kemudian disaring untuk diambil filtratnya. Kemudian filtrat di ekstraksi menggunakan 3 pelarut, masing-masing pelarut membutuhkan waktu pengerjaan minimal 24 jam. Setelah diekstraksi larutas didestilasi hingga didapatkan larutan yang diinginkan. Karena proses pengerjaan yang cukup panjang dan sulit, dari 3 ikat daun pohpohan dihasilkan sekitar 20 mL larutan zat anti kanker. Namun, larutan ini masih terasa pahit sehingga perlu ditambahkan pemanis sorbitol kemudian dikristalkan menjadi permen.

            Ludhy berharap dengan adanya penemuan permen anti kanker ini dapat meminimalisir terjadinya kasus kanker. Beliau juga berharap permen anti kanker ini dapat diproduksi secara masal sehingga dapat dinikmati oleh banyak orang. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

INOVASI DARI KULIT PISANG

Siapa sangka kalau limbah kulit pisang yang kerap kali dianggap sebelah mata, kini dapat kita manfaatkan dengan sejuta keuntungan. Nata de banana adalah salah satu olahan yang berhasil dibuat dengan bahan baku kuli pisang. Komunitas Eks-Kim Akademi Kimia Analisis Bogor menyulap limbah kulit pisang menjadi olahan yang manis dan nikmat. Ide ini muncul ketika membeli gorengan, dan melihat betapa banyaknya limbah kulit pisang yang dibuang begitu saja. Selain sayang akan kulit pisang yang dibuang begitu saja, tentu saja hal ini dapat menimbulkan pencemaran lingkungan walaupun kulit pisang merupakan bahan yang mudah terdegradasi.
            Menurut Ludhy Anshory selaku ketua komunitas ini, “Pengerjaan Nata de Banana ini membutuhkan waktu pengerjaan yang cukup lama dalam proses fermentasi. Namun dalam proses pengolahan ini bukanlah hal yang sulit dan bisa dilakukan dalam industry rumahan”.

            Pengerjaan prosuk yang satu ini bukanlah tanpa kendala, Ludhy mengaku mengalami tiga kali kegagalan. Kegagalan ini diantaranya disebabkan oleh masih terkandungnya bijih pisang, kurang sterilnya alat dan bahan, serta kesalahan dalam penambahan bakteri. Namun kesalahan-kesalahan ini dapat dihadapi dan akhirnya terciptalah sebuah produk Nata de banana. Bukan hanya inovasi berbahan baku limbah kulit pisang. Komunitas ini juga melebarkan inovasinya dengan bahan baku kulit nanas. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Rok Kini Semakin Digemari

Siapa yang tak kenal dengan benda yang satu ini, rok. Pakaian yang sangat identik dengan wanita ini kini semakin digemari. Modelnya yang semakin beragam, membuat rok menjadi dambaan kaum hawa. Kesan feminin yang ditimbulkan pun menjadi daya tarik tersendiri bagi penggunanya. Bahan dan desain yang beraneka ragam, sangat membantu para pecinta fashion dalam memadu-padankan busana.
            Rok jeans menjadi idaman para mahasiswa, selain karena modelnya tak lekang oleh waktu bahan jeans pun tidak mudah kotor. Menurut Indah salah satu mahasiswi “rok jeans itu rata-rata cocok dengan atasan apa aja. Lagipula netral untuk dipakai bersama atasan warna apa saja”.
            Rok berbahan dasar chiffon pun semakin sering dicari oleh kalangan muda. Warnanya yang beragam dengan tekstur tipis dilengkapi furing, menjadi daya tarik dari rok yang cepat kering ini. Menurut Dyah salah satu siswa SMA negeri di Bogor yang ditemui beberapa lalu mengaku memilih rok chiffon karena dapat membuatnya terlihat lebih kurus dari aslinya. Selain itu warna soft dari chiffon memberi kesan feminine.

            Oposisi dari rok chiffon, rok berbahan dasar spandek membuat pemakainya terlihat lebih berisi. Walaupun dengan rok berbahan dasar spandek lebih nyaman untuk digunakan dan lebih leluasa untuk bergerak. Rok berbahan dasar spandek ini masih jarang digunakan. Karena faktor bahan spandek yang dapat membuat penggunanya terlihat lebih berisi. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

ASAP CAIR ?

Apa yang pertama kali terlintas di benak sobat kampus ketika mendengar kata-kata “Asap Cair”. Mungkin beberapa berfikir itu adalah embun, yaitu gas yang mencair. Atau mungkin ada yang bertanya-tanya “emang ada ya asap yang cair ?”. Asap cair yaitu asap yang merupakan fase gas diubah wujudnya menjadi fase cair. Asap cair ini ditemukan oleh seorang mahasiswa jenius Akademi Kimia Analisis Bogor, Fikari Wahyu Sadewa.
Awalnya pria kelahiran Metro, Lampung ini menaruh rasa prihatin akan realita pangan di Indonesia yang banyak menggunakan pengawet tidak alami. Zat pengawet yang tidak alami tentulah menimbulkan sejumlah dampak negative, baik kepada tubuh maupun lingkungan. Dari sinilah Fikari menemukan sebuah ide bagaimana caranya membuat sebuah ramuan pengawet makanan yang aman dan mudah dibuat.
Asap cair hanyalah terbuat dari tempurung kelapa yang dipirolisis, asap yang dihasilkan kemudian didinginkan dan cairannya ditampung. Kemudian cairan ini didestilasi, dan cairan inilah yang disebut asap cair. Asap cair ini yang digunakan sebagai zat pengawet yang aman dikonsumsi. Asap cair dari batok kelapa dapat mengawetkan ikan segar selama 168 jam. Dengan demikian asap cair dari batok kelapa ini dapat digunakan sebagai pengawet makanan yang ramah lingkungan.

Penemuan ini merupakan penemuan orisinal oleh Fikari Wahyu Sadewa. Walaupun tidak menutup kemungkinan tetap adanya beberapa orang yang ikut membantu dalam proses eksperimen ini. Pria yang memiliki hobi berenang, dan bereksperimen ini berharap hak  paten akan penemuan ini sesegera mungkin dilakukan agar karya asli anak Indonesia diakui keberadaannya. Beliau juga berharap semoga penemuan ini bisa diketahui hal layak ramai, sehingga bisa dipraktikan secara langsung. Dan peredaran zat pengawet berbahaya dapat diminimalisir bahkan dihapuskan. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Tas “Ngejreng” nan Trendi

Dunia fashion memang seperti tiada pernah ada habisnya, selalu saja ada inovasi baru yang menarik untuk diperbincangkan. Mulai dari model “jadul” yang ngetrend kembali, hingga beberapa inovasi ekstrim yang mengejutkan. Kali ini datang dari trend tas punggung ngejreng wanita yang sedang digandrungi kalangan muda. Warnanya yang warna-warni ini menjadi daya tarik bagi siapa saja yang melihatnya. Cantik, namun tetap nyaman untuk dipakai para pelajar, mahasiswa, bahkan pekerja.
                Warna pastel cerah yang dipadu padankan dengan warna gelap namun mencolok merupakan daya jual dari tas modis ini. Bentuknya yang simple namun serbaguna menjadikan tas ini cocok dipakai ke sekolah atau kampus. Menurut Tya Bonita sebagai salah satu pengguna tas “ngejreng” ini berpendapat bahwa warna neon yang mencolok lah yang menjadi daya tarik dari tas ini, terlihat ceria, asik, dan aktif, lagi pula fungsinya masih tetap sebagai tas anak sekolahan, jadi makin trendi untuk ngampus.

                Tas punggung “ngejreng” ini bisa didapatkan dengan harga mulai dari Rp200.000,00. Mengingat kualitas yang baik dengan nilai estetika yang tinggi merupakan hal yang sepadan dengan harga yang ditawarkan. Yuk sobat kampus sisihkan uang jajan kalian untuk mendapatkan tas “ngejreng” nan trendi. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Halal BiHalal LDK KMA

Minggu kemarin (1/9) LDK KMA (Lembaga Dakwah Kampus Keluarga Muslim AKA) menyelenggarakan agenda Halal Bihalal selepas libur panjang dan Idul Fitri. Acara ini dihadiri oleh puluhan Mahasiswa Muslim Akademi Kimia Analisis Bogor. Dari mulai mahasiswa baru hingga para alumni datang untuk memeriahkan acara ini. Inti dari acara  kali ini merupakan ajang silaturahmi antar para muslim di AKA, dan tetap menjalankan komunikasi yang baik dengan Alumni.
                Acara yang dilaksanakan di Kebun Raya Bogor ini berjalan dengan penuh keceriaan. Agenda dimulai dari pukul 08.00 sampai dengan 14.00 WIB. Muhammad Adnan selaku Ketua Umum LDK KMA dalam sambutan singkatnya menyampaikan “sesuatu hal itu tergantung dengan apa yang kita pikirkan, misalnya selembar daun bisa saja terlihat biasa saja namun bisa juga dipandang sebagai suatu hal yang luar biasa. Begitu juga dengan acara kali ini, bisa saja dianggap sebagai agenda biasa namun ada pula sebaliknya”.

                Beliau juga berharap agar kekeluargaan antar Muslim di Kampus AKA Bogor tetap terjaga walaupun lintas generasi. Dalam agenda ini juga terpilih koordinator angkatan putra LDK KMA dan koordinator putrid angkatan LDK KMA. Koordinator inilah yang diharapkan dapat memimpin seluruh mahasiswa/i muslim angkatan mereka. Acara ini diakhiri dengan makan siang dan berfoto bersama. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

The Power Of Kepepet

Muhamad Abdul Muhyi seorang mahasiswa Akademi Kimia Analisis Bogor yang berhasil menginspirasi ribuan orang melalui jasanya. Siapa sangka pria yang memiliki hobi menulis dan membaca ini memulai jejaknya oleh karena hambatan dari segi finansial. Hal ini lah yang membuat tekadnya makin kuat untuk memulai usaha ini. Beliau sudah memulai karirnya semenjak menduduki bangku Sekolah Menengah Atas. Pasionnya dalam dunia public speaking menambah semangatnya dalam menginspirasi semua orang.
                Al-Fatih Training Center adalah perusahaan produsen semangat yang resmi dibentuk pada 23 Juni 2013. Dengan jam terbang yang terbilang cukup memadai Al-Fatih Training Center kini menunjukkan eksistensinya. Abdul muhyi telah menebarkan inspirasi ke beberapa kota seperti, Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, dan lainnya. Beliau dibantu oleh 11 orang rekannya dalam menjalankan misi mulia ini.
                Namun kebaikan tidak selalu berjalan dengan mulus, beberapa hambatan sering kali muncul dalam perjuangan ini. Seperti saat menyelenggarakan event dengan bantuan pihak lain, yang membutuhkan segala sesuatunya. Belum lagi kritikan pedas yang menjadi cambukan berat namun membangun. Dan kini Beliau telah berhasil memeetik buah manis usahanya selama ini. Jasa mulianya kini telah menembus angka Rp 6.000.000,00.

                Abdul Muhyi sedikit memberikan tips kepada kita untuk membangun suatu usaha “jangan pernah merasa puas atas apa yang telah kita dapatkan sekarang. Karena di atas langit masih ada langit”. Hal inilah yang senantiasa membuatnya selalu berusaha mengembangkan diri, baik dari segi kualitas, kuantitas, hingga inovasi baru. “Dan jangan pula merasa putus asa, apabila hal yang kita dapatkan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan” tegasnya. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

OKPK

OKPK (Orientasi Kampus dan Pengenalan Kemahasiswaan) adalah serangkaian kegiatan OSPEK Akademi Kimia Analisis Bogor yang telah terlaksana beberapa waktu yang lalu. OKPK berlangsung semenjak tanggal 19 Agustus 2013 dan berakhir pada 24 Agustus 2013. Rangkaian kegiatan OKPK diawali dengan kegiatan pelatihan kedisiplinan yang dilaksanakan di Pusat Pendidikan Zeni selama dua setengah hari.
                Kemudian rangkaian OKPK dilanjutkan dengan pengenalan kampus dan tradisinya oleh mahasiswa AKA selama dua setengah hari. Kegiatan ini berisikan materi tentang transformasi mahasiswa, dunia kampus, dan ESQ. Terdapat juga beberapa aplikasi yang bertujuan untuk membentuk mental baja para mahasiswa baru. UKM dan lembaga AKA pun turut berpartisipasi dalam bentuk menyuguhkan aksi perkenalan komponen dan Open House.
                Dengan tema “Aktualisasi pembentukan karakter mahasiswa yang bermoral, berprestasi, dan berjiwa pemimpin serta peka terhadap lingkungan dengan berlandaskan keimanan” diharapkan mahasiswa baru AKA Bogor dapat menjadikan dirinya sebagai seorang mahasiswa yang memiliki moral, prestasi yang baik. Dan dapat menempatkan dirinya sebagai seorang pemimpin yang peka terhadap lingkungan dengan asas keimanan.

                Menurut Indra Arif Firmansyah yang ditemui beberapa waktu yang lalu berharap agar mahasiswa baru pada tahun ini mendapatkan peningkatan dari segi moral yaitu berupa penerapan 6S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan, Santu, Spritual) terhadap ligkungan sekitar. Selain itu meningkatkan kepekaan mahasiswa baru terhadap dunia kampus, berupa 60 % mahasiswa baru tergabung dalam organisasi. Dan yang paling penting mahasiswa baru memahami funsi dan perannya sebagai mahasiswa. (shinta)


terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

semakin gaya dengan fashion etnik khas pulang kampung

Pulang kampung adalah sebuah adat khas Indonesia yang keberadaanya telah ada sejak dahulu. Oleh-oleh pun tak luput menjadi perhatian dari para pemudik. Tak terkecuali pemudik dari kalangan mahasiswa yang ikut memboyong barang-barang khas kampung halaman. Fashion, salah satu produk yang tak jarang dibawa oleh pemudik. Contohnya seperti pakaian etnik yang modis, dan tas etnik yang serbaguna.
                Dress etnik kian menjadi trend, karena tampilannya yang tetap modis dengan sedikit sentuhan etnik yang menambah keunikan. Contohnya kain songket khas Palembang dan kain ulos khas Medan dapat dijadikan salah satu referensi gaya untuk memodifikasi dress biasa menjadi sedikit berbeda. Batik pun semakin eksis menempati jejeran etalase-etalase toko, mulai dari kemeja, rok, bahkan tas serbaguna. Harganya yang terjangkau membuat batik menjadi oleh-oleh yang tepat untuk dibawa dari kampung halaman.

                Belum lagi sepatu dan tas yang kian lama kian berkembang seiring dengan berkembangnya zaman. Rotan yang biasanya dipegunakan dalam dunia meubeul pun kini disulap menjadi bahan baku pembuat tas. Dengan sentuhan natural dari alam, membuat tas rotan ini memiliki banyak peminat. Simple, cantik, dan murah membuat fashion etnik semakin digandrungi kaum muda. Lalu, fashion apa yang sobat kampus bawa pasca pulang kampung ? (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Social Community Kedepankan Rasa Sosial dan Persaudaraan

Komunitas Sosial Indonesia / SC (Social Community) adalah Sebuah komunitas anak bangsa yang bergerak dibidang sosial dengan menjunjung tinggi persaudaraan. SC resmi berdiri pada 16 Maret 2013 di Tanah Baru, Bogor, Indonesia. Walaupun belum genap satu tahun, komunitas sosial ini telah menebarkan sejumlah kebermanfaatan melalui beberapa kegiatannya. Menurut pelopor dan Dewan Pembina Social Community, Rifki menyebutkan “sejauh ini kita telah melaksanakan beberapa kegiatan seperti bermain, belajar, makan bersama, buka puasa bersama, dan sahur bersama dengan anak-anak yang kurang beruntung.”
Beliau juga menjelaskan alasan utama dibentuknya komunitas sosial ini yaitu untuk
mencetak aktifis sosial yang berkarakter dengan semangat bergerak untuk indonesia terang. Hal ini terangkum dalam visi SC sendiri. Selain itu ada pula beberapa tujuan yang ingin komunitas ini capai seperti, membangun solidaritas sosial, mengasah pola pikir bangsa yang cerdas, dan membuat peradaban sosial.

“tak sedikit kendala yang dihadapi oleh Social Community, mulai dari menyolidkan anggota, membagi waktu antara kuliah dan berbagi, hingga masalah dana” jelas rifki. Namun semua kendala itu tak membuat Social Community lantas patah arang. Mereka meyakini bahwa dibalik semua kesusahan akan timbul kemudahan. Melalui persaudaraan dan kekeluargaan yang mereka junjung tinggi, masalah yang besar dapat terasa ringan. “dan satu tujuan yang ingin kita capai minaddulumaatiilannur (Dari Kegelapan Menuju Cahaya yg Terang)” tegas rifki. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Agenda “Coming Soon Akademi Kimia Analisis Bogor”

Menurut Menkobima BEM IMAKA (Menteri Koordinator Bidang Kemahasiswaan) Aprian Herdiyana “dari libur panjang pasca UAS, Akademi Kimia Analisis Bogor memiliki beberapa kegiatan yang siap digarap”. “Namun, kegiatan yang memiliki sorotan utama kali ini adalah kegiatan OKPK (Orientasi Kampus dan Perkenalan Kemahasiswaan)” lanjutnya. Kegiatan kali ini merupakan kegiatan yang disiapkan oleh akademik dan mahasiswa Akademi Kimia Analisis Bogor.
                Indra Arif Firmansyah selaku Ketua Pelaksana OKPK menyebutkan, “persiapan OKPK kali ini yang akan dilaksanakan pada 19 hingga 24 Agustus 2013 kali ini terbilang hampir rampung. Dari segi konsepan acara sudah selesai, tinggal ada beberapa hal dari segi teknis yang masih dalam proses seperti kebutuhan kos-kosan untuk mahasiswa baru”. Beliau juga menyebutkan “terdapat beberapa inovasi baru dalam kegiatan OKPK kali ini, demi menukseskan tujuan dari OKPK kali ini”.

Beliau juga berharap agar mahasiswa baru pada tahun ini mendapatkan peningkatan dari segi moral yaitu berupa penerapan 6S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan, Santu, Spritual) terhadap ligkungan sekitar. Selain itu meningkatkan kepekaan mahasiswa baru terhadap dunia kampus, berupa 60 % mahasiswa baru tergabung dalam organisasi. Dan yang paling penting mahasiswa baru memahami funsi dan perannya sebagai mahasiswa. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Sahur On The Road Makapala

Minggu (14/7) kemarin MAKAPALA (Mahasiswa AKA Pencinta Alam) telah melaksanakan agenda  Sahur On the Road bersama anak jalanan. Seperti namanya Sahur On The Road, kegiatan kali adalah berupa santap sahur di jalan. Sahur On The Road dimulai dari sekitar pukul 01.00 WIB, berangkat dari kampus AKA Tanah Baru menuju Lapangan Sempur Bogor dengan berjalan kaki. Kegiatan kali ini diikuti oleh puluhan peserta, baik mahasiswa aktif, alumni, bahkan mahasiswa baru.
                Menurut Susanti selaku Ketua pelaksana kegiatan kali ini bertujuan untuk mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan yang positif. Beliau juga menambahkan “Ajang kali ini juga bertujuan sebagai ajang silaturahmi, dan meningkatkan jiwa sosial kita”. Kegiatan ini diisi dengan berbagi santapan sahur kepada mereka yang membutuhkan. Mulai dari pengemis hingga satpam yang sedang berjaga.
                Susanti juga berharap semoga dengan diadakannya ajang ini dapat menumbuhkan jiwa-jiwa sosial dan kebermanfaatan terhadap sesama. “semoga tahun depan, acara sahur on the roadnya lebih baik lagi dari segi kalitas, kuantitas, dan inovasi” tambahnya. Acara kali ini ditutup dengan santap sahur bersama dan sholat subuh berjamaah di masjid sekitar Lapangan Sempur. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Hobi Melahirkan Uang

         Belum genap 1 tahun Obit, Brian, Tiger, dan Iza membangun sebuah usaha di bidang fashion. Awalnya usaha yang mereka jalankan ini merupakan sebuah hobi, yang tidak mereka sangka dapat menghasilkan uang. Tepatnya tanggal 22 Desember 2012 brand distro “Amateur Denim” resmi dilahirkan. Dengan bermodalkan nekat dan sedikit uang modal dari sisa uang jajan, mereka mantap untuk memulai usaha ini.
            Ternyata membangun sebuah bisnis tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak kendala yang mereka hadapi, mulai dari pasaran yang sepi hingga ditipu dengan kerugian jutaan rupiah. Karena kerugian tersebut, mereka sempat buka tutup toko, hingga membagikan produk secara gratis. Namun mereka tetap yakin dibalik sebuah kisah pahit, pasti akan ada akhir yang manis. “Ya kalo bisnis jangan ragu-ragu, kalo gak untung ya buntung. Jalanin aja, kalo udah kerja keras dan doa pasti hasilnya manis” ujar Obit.

Dan kini mereka dapat menikmati buah manis dari kesabaran selama ini, terbukti dari dua cabang distro yang mereka miliki. Selain menjual produk dalam bidang fashion mereka juga aktif dalam kegiatan bermusik. Terlihat dari lima band yang mereka dukung, mulai dari dukungan wardrobe hingga rilis album mini. Namun mereka belum cukup puas dengan keberhasilan yang telah didapatkan sekarang. “Kalo dilihat dari pencapaian yang udah kita dapet dalam umur yang belum satu tahun ini, kita bener-bener bersyukur. Namun masih banyak pencapaian yang harus kita kejar. Harapannya sih bisa bersaing di pasaran Indonesia bahkan dunia” tegas Brian salah satu Owner Amateur Denim. (Shinta)

terbit di harian Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

Takjil Khas Ramadhan

Takjil, panggilan untuk berbagai kudapan berbuka puasa khas Ramadhan. Kolak, cendol, es timun suri, es buah, bubur sumsum adalah contoh kecil dari banyaknya jenis-jenis takjil yang ada. Manis, hangat dan menyegarkan membuat beberapa kudapan ini diserbu banyak penikmat untuk berbuka puasa. Bukan hanya enak, kandungan gula yang terdapat pada beberapa menu diatas dipercaya dapat mengembalikan energi setelah berpuasa seharian.
            Beberapa lokasi pun disulap menjadi tempat berjualan takjil, seperti di Jl. Sudirman-A Yani di Bunderan Air Mancur Kota Bogor yang selama Ramadhan dijejali pedagang makanan buka puasa. Mulai dari menyediakan makanan ringan yang manis, hingga makanan pengenyang perut yang lezat. Harga yang ditawarkan pun ramah di kantong, bisa didapatkan mulai dari Rp 1000,00. Berbagai minuman pelepas dahaga seperti sop buah, jus buah, es kelapa muda bisa didapatkan dengan harga mulai dari Rp 5.000,00. Tak lupa pula berbagai jenis gorengan, dan kue mungil bisa didapatkan dengan merogoh kocek mulai dari Rp 1.000,00.

            Di kawasan ini, berbagai makanan dan minumas, seperti putri noong, lupis, putri mayang, onde, jojongkong kolak biji salak, kolak pacar cina, mie golosor, ketan, dan berbagai gorengan yang dimakan dengan sambal kacang sampai bandrek susu dan es kelapa muda, tetap dicari untuk menambah selera. Begitupula di lokasi jajanan di Jalan H Ahmad Sobana, tepatnya di depan Kedai Baca Sanggar Barudak (KBSB). Pada Bulan Ramadhan jalan sepanjang 70-an meter ini disesaki pedagang makanan berbuka puasa. (shinta)

terbit di Radar Bogor, rubrik Radar Kampus

SELAMAT DATANG BBM

Marhaban ya Ramadhan, selamat datang BBM (Bulan Barokah Maghfiroh). Bulan Ramadhan bulan yang sangat dinanti-nanti sebagian besar umat islam, termasuk pula Keluarga Besar Akademi Kimia Analisis Bogor. Kamis (4/7) bertempat di Kampus AKA Tanah Baru, dan sekitar Tahrib dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dilaksanakan. Dengan diikuti oleh puluhan mahasiswa AKA beserta civitas akademik Tahrib berlangsung dengan sangat meriah.
            Muhammad Adnan selaku ketua LDK KMA menyebutkan “sebenarnya esensi dari kegiatan kali ini adalah untuk menghidupkan semangat-semangat baru dalam bulan Ramadhan, bukan hanya pada mahasiswa namun juga bagi masyarakat”. Kegiatan ini dimulai dari pukul 16.00 dengan beberapa sambutan di dalam kampus, kemudian dilanjutkan dengan pawai keliling perumahan sekitar kampus diiringi dengan bagi-bagi permen, dan orasi oleh beberapa mahasiswa. Agenda ini ditutup dengan kegiatan buka bersama.

            Antusias dari masyarakat sangatlah tinggi, terbukti dari banyaknya yang ikut turut andil dalam menyaksikannya berangsungnya kegiatan ini. Menurut ibu Elis salah satu warga “bagus sekali diadakan agenda seperti ini, selain bertujuan untuk menyambut Ramadhan sekaligus mengajak dalam kebaikan. Harapannya tetap akan dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya”. (shinta)