Minggu, 30 Juni 2013

Cerdas Bermedia

Sekarang adalah zaman dimana seseorang bebas mengungkapkan pendapatnya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penyampaian pendapat dapat kita lakukan secara formal maupun non formal. Sebagai contoh formal seperti dalam sidang, dan non formal seperti saat kita berdiskusi dengan teman. Adapula penyampaian pendapat secara tidak langsung seperti mengirim status di Facebook, dan berkicau di Twitter. Media Sosial bukanlah hal yang asing lagi bagi sebagian besar masyarakat dunia. Bahkan Media Sosial sudah dianggap sebagai kebutuhan pokok untuk sumber maupun media penyebaran informasi.

Tua dan muda, laki-laki maupun perempuan, kaum elit sampai kaum sederhana, menggunakan Media Sosial dalam kehidupan kesehariannya. Ada yang mempergunakan Media Sosial sebagai wadah promosi, forum diskusi, media pemberitaan, bahkan sampai bentuk keisengan belaka. Media Sosial banyak digunakan karena mudah untuk diakses, murah bahkan gratis, luas, dan cepat. Oleh karena itu, dituntut kebijaksanaan dari pemakai Media Sosial itu sendiri untuk memilah dan memilih hal yang layak dan sepatutnya untuk disiarkan ke publik.

Dalam kode etik jurnalistik pasal 8 tertuliskan, wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas perbedaan suku, ras, warna kulit, asama, jenis kelamin, dan bahsa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani. Seharusnya seluruh pengguna Media Sosial menerapkannya. tidak menyinggung SARA dan menyebarkan berita bohong. Hal ini bukan bermaksud membatai kebebasan dalam berpendapa, namun hal ini harus diterapkan demi kenyamanan bersama dalam bermedia.

Horward Gardner (1999), mengemukakan definisi kecerdasan yakni suatu potensi biopsikologis untuk memproses informasi yang dapat diaktifkan dalam suatu latar kultural untuk memecahkan masalah atau menciptakan produk-produk yang merupakan nilai dalam suatu kultur. hal ini menjadi sorotan penting dalam bermedia. karena dampak dari bermedia sendiri bukanlah hanya ketika kita sedang bermedia, namun berdampak pula pasca bermedia. bahkan bisa terbawa sampai ke kehidupan sehari-hari. media jga mengambil peran penting terhadap tingkat kecerdasan seseorang.

Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan media sosial, turut mempermudah kita dalam mengakses informasi. Bukan hanya informasi yang bersifat baik, namun banyak pula informasi yang melanggar norma  turut tersebar dalam Media Sosial. Seperti gaya hidup pornografi dan pornoaksi, agresivitas, bullying, politicking secara tersembunyi yang dapat merusak kualitas hidup seseorang, bahkan tatanan kehidupan dalam masyarakat. Media dapat memberikan kita dampak positif, namun juga bisa sebaliknya.